Harga Emas Melonjak Setelah Fed Mengumumkan QE Tanpa Batas Akhir

Harga emas terus mengalami kenaikan para pedagangan hair Senin kemarin saat sesi Asia berlangsung. Bahkan logam mulia mencetak kinerja positif selama tiga hari beruntun. Kenaikan itu terjadi setelah bank sentral AS memutuskan melakukan pembelian aset obligasi tanpa ada batas. Hal itu mendorong harapan data inflasi AS dan cukup membebani Dolar AS.

Saat ini di hari Selasa, harga emas diperdagangkan sekitar level harga 1.578 atau naik 1,5 persen. Hari Senin kemarin sempat naik 3,7 persen dan Jumat pekan lalu naik 1,89 persen. Tampaknya logam mulia akan mengincar level teknikal MA 50 dalam harian di 1.583.

Langkah Fed

Senin kemarin bank sentral AS mengambil keputusan untuk mendukung perekonomian Amerika Serikat. The Fed mengumumkan untuk melakukan pembeli aset obligasi atau QE tanpa ada batasan akhir. Langkah itu terutama untuk mendukung kredit pada rumah tangga dan juga bisnis ketika virus Corona membebani pertumbuhan ekonomi.

Setelah pengumuman program pelonggaran kuantitatif tanpa batas tersebut, harga emas langsung melesat bangkit dari 1.494 menuju ke 1.524 dan menutup hari Senin di 1.554. Lonjakan itu juga bersamaan dengan naiknya harapan data inflasi AS dalam jangka panjang. Harapan inflasi dalam 10 tahun naik dari sebelumnya di 0,50% menuju ke 0,80%.

Adanya kenaikan harapan inflasi jangka panjang ini mungkin akan terus menjaga posisi harga emas agar tetap dalam bias bullish lebih panjang. Apalagi saat ini greenback sedang dalam penurunan akibat kekecewaan pedagang setelah Senat AS tidak meloloskan RUU bantuan virus Corona.

Sementara itu program QE dari bank sentral AS bertujuan untuk bisa menjaga kredit agar tidak mengalami pembekuan. Jika hal ini berhasil maka bias penjualan Dolar AS akan sedikit turun dan akan membatasi kenaikan emas yang lebih tinggi lagi.

 

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 17 April 2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar