Harga Emas Kembali Melonjak Setelah Risk Off dan Pelemahan Dolar AS Menjelang ECB

Harga emas naik menuju ke dekat 1.950 sampai sesi Asia hari Kamis ini (10/9). Salah satu faktor yang membantu logam mulia kembali bullish adalah adanya penurunan level dari Dolar AS yang signifikan. Selain itu masalah risiko yang masih cukup tinggi juga membantu logam mulia untuk mendaki lebih tinggi. Saat ini emas diperdagangkan di sekitar level harga 1.948 atau mewakili kenaikan 0,12% lebih tinggi dari penutupan hari Rabu di 1.946.

Emas Kembali Naik

Penurunan harga emas yang terjadi sebelumnya juga diklaim akibat adanya kenaikan dari indeks Dolar AS. Kemudian harga emas naik saat ini juga diprediksi akibat adanya pelemahan dari indeks Dolar AS. Pasalnya indeks mencatatkan penurunan setelah para pelaku pasar dan investor berhati-hati menjelang pembicaraan kebijakan moneter dari ECB hari ini.

Dilansir dari Reuters, ahli strategi dari RJO Futures mengatakan ada beberapa retakan pada Dolar AS pasca ECB terlihat bernada positif. Sehingga membantu harga emas untuk mencatatkan kenaikan kembali. Selain itu indeks memang turun pasca bloomberg memberitakan proyeksi pertumbuhan inflasi ECB pada hari Kamis ini.

Dari sisi lain, kenaikan harga emas juga disebabkan oleh berita mengenai vaksin virus Corona. Salah satu kandidat terkuat vaksin yaitu AstraZeneca memutuskan menghentikan tahap uji coba. Karena vaksin memicu penyakit yang tidak dikenal pada relawan. Hal itu menyebabkan ketakutan para investor terhadap pemulihan pandemi virus Corona.

Konflik yang terjadi antara AS-China yang kembali memanas juga berkontribusi besar pada kenaikan logam mulia. Pemerintah AS sedang berencana memblokir impor beberapa produk yang berasal dari Xinjiang China. Tentunya langkah itu jika benar diberlakukan akan menyebabkan hubungan kedua negara semakin memburuk. Kebijakan yang saling menekan terus dikeluarkan untuk membuat pihak menyerah.

 

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 4 Maret 2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar