GBPUSD Menghentikan Kenaikan, Pemulihan Yield Treasury Mendukung Dolar AS

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini mengalami penurunan cukup besar sampai 80 pips dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini pasangan terus bergerak dekat dengan level paling rendah tahunan yang tercetak pada hari Selasa kemarin.

Sebelumnya pasangan mengalami kegagalan untuk meneruskan kenaikan menuju ke level harga 1.2130. Kegagalan mempertahankan kenaikan membuat pasangan bertemu dengan penjual setelah Dolar AS dalam pembelian yang cukup baik. 

Salah satu faktor pendorong penguatan Dolar AS adalah kenaikan pada imbal hasil obligasi Treasury AS yang mendukung greenback. Sehingga Poundsterling sebagai lawan utamanya harus menyerahkan kenaikan yang dibangun sebelumnya.

Perpindahan investasi para pedagang menuju ke greenback disebabkan oleh sifatnya yang dicari sebagai mata uang cadangan. Apalagi saat ini kondisi pasar global sedang penuh dengan kekhawatiran  perlambatan ekonomi. Pasalnya wabah virus Corona terus menyerang dan semakin meluas di seluruh penjuru dunia. Para pedagang sendiri memilih untuk menimbun uang mereka untuk bertahan saat masa-masa kritis ini.

Penurunan Terbatas

Sebelum penurunan GBPUSD hari ini, Poundsterling sempat mendapatkan dorongan setelah paket stimulus dari pemerintah Inggris. Untuk menanggulangi dampak virus Corona terhadap perekonomian, pemerintah memutuskan untuk menyalurkan stimulus sampai 330 Miliar Pound.

Sehingga dari langkah itu penurunan GBPUSD hari ini yang lebih dalam akan terbatas. Lebih baik lagi para pelaku pasar dan investor untuk menunggu bagaimana sikap pasar selanjutnya. Apakah pasangan akan turun lebih dalam, atau justru meneruskan kenaikan yang sudah berusaha dibangunnya.

Selanjutnya para pelaku pasar dan investor di sekitar GBPUSD akan terus fokus ke pembaruan kabar mengenai pandemi virus Corona. Sementara itu mengenai masalah Brexit tampaknya belum ada tindak lanjut yang jelas. Mengingat kawasan Eropa menjadi salah satu kawasan dengan jumlah kasus terbanyak di dunia.

 

 

Baca Juga:   Sempat Menguat, Poundsterling Inggris Masih Dalam Ancaman Pelemahan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar