GBPUSD Hari Ini Turun Setelah Data Inggris Mengecewakan dan Risk Off Mendominasi

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak tidak begitu memberikan pergerakan yang jelas menjelang pembukaan sesi Eropa di hari Jumat (22/5). Pasangan hanya naik turun meski beberapa saat yang lalu Inggris merilis data ekonomi utama. Tapi pada akhirnya pasangan tetap defensif di sekitar nilai tukar 1,2200. Poundsterling berusaha untuk lebih unggul ketika Dolar AS sedang dalam pelemahan.

Namun sayangnya kekhawatiran terhadap hubungan antara dua raksasa ekonomi masih membebani GBPUSD untuk mencatatkan kenaikan. Banyak juga pihak yang merasakan kekhawatiran akan terjadi virus Corona gelombang kedua setelah pembukaan ekonomi diberlakukan.

Data Penjualan Eceran Turun Tajam

Justru saat sesi Eropa sudah berlangsung, pasangan GBPUSD hari ini mencatatkan penurunan yang cukup tajam menuju ke 1,21800. Data ekonomi utama Inggris mengenai penjualan eceran dilaporkan dengan hasil yang cukup mengecewakan. 

Sehingga menggambarkan bahwa perekonomian Inggris benar-benar tertekan akibat pandemi virus Corona. tingkat penjualan eceran anjlok karena pembatasan aktivitas yang memaksa warga Inggris berdiam diri di rumah.

Data itu dilaporkan dengan hasil penurunan sampai -18,1% pada laporan bulan April. Padahal harapan sebelumnya berada di -16% dan data sebelumnya berada di -5,1%. Data yang mengecewakan memicu perpindahan investasi dari Poundsterling menuju ke mata uang Dolar AS. Sehingga membawa GBPUSD hari ini dalam tekanan yang cukup kuat.

Pasca rilis data tersebut, Poundsterling tidak memberikan respon apapun. Tampaknya para investor menunggu pembukaan sesi Eropa sebelum akhirnya melangkah. Karena beberapa jam setelah rilis data, GBPUSD hari ini mengalami penurunan yang cukup tajam.

Selain data yang mengecewakan, ancaman hubungan AS-China yang lebih memanas juga mengundang penguatan greenback. Sehingga Pound tidak mampu memberikan perlawanan apapun. Berita mengenai kabar hubungan kedua raksasa ekonomi itu akan terus dipantau oleh para investor global.

 

Baca Juga:   Huawei Meluncurkan Laboratorium 5G Di Korea Selatan, Tetapi Tetap Tidak Menonjolkan Diri Setelah Larangan AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar