EURUSD Stagnan Setelah Kenaikan, Menunggu Pembahasan Komisi Uni Eropa

EURUSD hari ini masuk ke fase konsolidasi menjelang pembukaan sesi Eropa hari Rabu (8/7). Sebelumnya pasangan mengalami pemantulan dari level yang paling rendah dalam dua hari terakhir. Kenaikan ini terjadi karena Dolar AS gagal memperpanjang momentum pemulihan. Selain fase konsolidasi juga disebabkan oleh sikap investor yang lebih memilih berhati-hati .

Pergerakan greenback dalam hal ini Indeks Dxy gagal untuk meneruskan pemulihan hari Selasa kemarin. Pada akhirnya Dolar AS harus rela melemah terhadap beberapa mata uang global lain dan membawa EURUSD naik. Para investor tampaknya sangat khawatir jika dilakukan lockdown kembali di tengah kenaikan kasus virus Corona. Indeks Dxy bergerak turun dari 97,03 menuju 96,93.

Memang sebelumnya EURUSD hari ini mungkin mendapatkan dukungan dari harapan stimulus ekonomi tambahan dari pemerintah AS. Sayangnya hal itu langsung diredam oleh kekhawatiran terhadap sanksi AS kepada China. Selain itu melonjaknya kasus virus Corona juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

Fokus Ke Pembicaraan Komisi Uni Eropa

Para pedagang EURUSD hari ini tampaknya lebih berhati-hati dalam mengambil posisi. Karena dua pihak Inggris dan Uni Eropa akan melangsungkan pembicaraan kesepakatan dagang pasar Brexit. Selain itu Komisi Eropa juga akan meneruskan pembahasan anggaran jangka panjang dan juga dana pemulihan ekonomi. Presiden Dewan Eropa diprediksi akan mulai mengajukan proposalnya.

Pergerakan Euro hari ini juga akan fokus ke apa yang disampaikan oleh Wakil Presiden ECB Luis De Guindos. Pergerakan Dolar AS selanjutnya akan terus menjadi katalis penggerak EURUSD mengingat ada banyak katalis yang mampu menggerakkan pasar. Hubungan AS-Uni Eropa, AS-China akan menjadi penggerak risiko. Selain itu berita virus Corona tidak lupa juga akan terus menggerakkan pasangan EURUSD. Apalagi banyak negara yang melaporkan kenaikan kasus termasuk AS.

 

Baca Juga:   AUDUSD Gagal Bullish Meskipun Data China Optimis dan Pembaruan Risiko Terkait Virus Corona

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar