EURUSD Naik Karena Berita Vaksin Dari China, Kekhawatiran Pandemi Masih Membebani

Mata uang Dolar AS melemah secara luas sepanjang sesi akhir Asia di hari Senin ini (29/6) terhadap mata uang Euro. Sayangnya dominasi yang dilakukan oleh Euro mungkin tidak akan mampu bertahan lebih lama. Mengingat masalah pandemi virus Corona akan terus membebani mata uang Euro dan juga ekuitas kawasan Eropa.

Saat menjelang pembukaan sesi Eropa, Dolar AS melemah dan menyebabkan EURUSD naik sampai 0,2% menuju ke 1,1240. Pelemahan yang luas dari Dolar AS mungkin disebabkan oleh berita positif mengenai virus Corona. China dilaporkan berhasil melakukan uji klinis dengan hasil yang positif. Berita itu sontak membawa kontrak berangka S&P 500 mengalami kenaikan membalikkan penurunan yang terjadi saat sesi awal Asia.

Optimisme Masih Tertahan

Tapi sayangnya berita positif mengenai vaksin itu gagal memberikan dukungan bagi saham Asia hari ini. Nikkei Jepang, ASX 200 dan Shanghai China mengalami penurunan cukup besar. Penurunan itu mungkin disebabkan tingkat kekhawatiran terhadap gelombang kedua pandemi yang belum surut.

Pasalnya sampai akhir pekan kemarin, jumlah kasus seluruh dunia mencapai 10 juta dengan kematian berada di 500 ribu jiwa. Negara bagian AS, Jepang dan China juga melaporkan lonjakan kasus kedua setelah pembukaan lockdown kemarin. Dari beberapa masalah itu menjadi alasan Dolar AS melemah tidak akan berlangsung lama. Karena Euro bisa menderita kerugian jika berita vaksin tidak mampu meyakinkan para investor global.

Selain dari virus Corona, beban Euro juga datang dari komentar negatif yang disampaikan oleh ECB Villeroy de Galhau pada hari Minggu kemarin. Dia mengatakan kebijakan harus tetap longgar paling tidak sampai target inflasi ECN di 2% bisa tercapai. Pergerakan EURUSD akan fokus ke data ekonomi kedua negara saat sesi Eropa dan sesi AS nanti malam.

 

Baca Juga:   Data Inflasi Konsumen AS Turun Tajam Akibat Kebijakan Lockdown

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar