Euro Jatuh Ke Posisi Terendah Pertengahan 2017 Karena ECB Memulai Kembali Stimulus

Euro jatuh pada hari Kamis ke level terendah terhadap dolar sejak Juni 2017. Ini terjadi setelah Bank Sentral Eropa menunda waktu kenaikan suku bunga pasca-krisis pertama hingga 2020 di awal dan meluncurkan putaran baru pinjaman murah ke bank.

Mata Uang Tunggal Mengalami Penurunan Terburuk Versus Greenback

Mata uang tunggal mengalami hari terburuk versus greenback sejak ECB sebelumnya menunda rencana kenaikan suku bunga hampir sembilan bulan lalu. Keputusan ECB untuk mengubah pedoman tingkat suku bunga adalah kejutan bagi banyak investor.

Bank sentral juga memangkas perkiraan pertumbuhan dan inflasi hingga 2021.

“ECB tidak punya pilihan,” kata Joseph Trevisani, analis senior di FX Street di New York.

“Ada banyak masalah internal yang menghambat pertumbuhan”, tegasnya.

Permintaan domestik anemia dan ketegangan politik tidak mungkin diselesaikan dengan sikap kebijakan ECB yang mudah dan akan terus menekan euro, kata para analis. Mata uang negara-negara Eropa bukan bagian dari zona euro, seperti crown Swedia dan forint Hongaria, jatuh keras setelah keputusan ECB, yang ditujukan untuk memerangi bisnis regional yang memburuk dan kegiatan konsumen, kata para analis.

Di sisi lain, greenback mencapai ketinggian 2019 baru terhadap sekeranjang mata uang yang termasuk euro karena para pedagang bertaruh Amerika Serikat akan lebih baik daripada Eropa dalam beberapa bulan mendatang meskipun ada beberapa perbaikan di ekonomi AS.

Euro merosot ke $1.11765, level terendah sejak pertengahan 2017. Itu terakhir 1.12 persen lebih rendah pada $1.1181 pada akhir perdagangan AS.

Mata uang tunggal mencatat kerugian satu hari terbesar terhadap greenback sejak 14 Juni 2018 ketika ECB mendorong kembali rencana kenaikan suku bunga ke musim panas 2019.

Baca Juga:   Harga Emas Tertekan Kembali Karena Hidupnya Sentimen Risiko, Fokus Ke Risalah FOMC

Euro berisiko jatuh ke $1.10 dalam beberapa minggu mendatang, para analis mengatakan .

Crown Swedia jatuh ke posisi terlemah sejak 15 Desember 2016 di 9.446 per dolar. Itu turun 0.66 persen pada 10.586 per euro, data Reuters menunjukkan.

Forint Hungaria merosot 1.38 persen terhadap dolar dan tergelincir 0.2 persen terhadap euro.

Indeks ICE yang melacak dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama naik 0.84 persen. Itu menjadi 97.685 setelah menyentuh 97.71, yang merupakan tertinggi sejak 17 Desember.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar