Erdogan Mencopot Kepala Bank Sentral Republik Turki, Lira Akan Terancam

Saat akhir perdagangan di pekan kemarin, Presiden Turki yaitu Recep tayyip Erdogan memutuskan untuk memberhentikan Kepala bank sentral Republik Turki. Keputusan ini bisa saja akan menciptakan rasa cemburu pada Presiden AS yaitu Trump. Dampak pemberhentian kepada bank sentral ini akan membawa resiko pada mata uang Lira Turki. Berdasarkan pendapat analis, ini bisa saja akan membuat Turki krisi mata uang .

Sementara itu ditempat lain, Dolar AS telah berhasil melonjak cukup tajam terhadap Lira hampir mencapai sekitar 3 persen saat hari Senin awal pekan perdagangan sebelum rilis kesaksian Powell di hari Rabu. Hari Sabtu pekan kemarin Erdogan memutuskan Murat Cetinkaya sebagai penanggung jawab bank sentral Turki sejak tahun 2016 lalu digantikan oleh wakilnya yaitu Murat Uysal. Bahkan keputusan ini juga tidak didasarkan oleh alasan apapun.

Bank sentral Republik Turki memberikan pernyataan pasca digantinya Kepala bank sentral dan menungkapkan bahwa Uysal telah memberikan tekanan mengenai bank-bank lain yang akan mulai mandiri untuk mengimplementasikan sebuah alat kebijakan moneter dengan tujuan untuk mencapai dan mempertahankan tingkat kestabilan harga dalam negeri sesuai dengan tugas serta tanggung jawab yang sudah diserahkan kepada Uysal.

Sayangnya beberapa analis menaruh sikap ragu-ragu atas pencapaian Kepala bank sentral yang baru Uysal. Memang dalam beberapa waktu terakhir, Erdogan selalu melemparkan kritik terhadap bank sentral republik Turki karena selalu bertolak belakang dengan keinginan Erdogan untuk menaikkan kebijakan utama. Akibatnya berdampak cukup buruk pada perekonomian Turki dengan angka inflasi yang lebih lambat yaitu di 15,7 persen selama bulan Juni.

Padahal sebelumnya sempat melonjak tinggi menuju ke 25 persen pada tahun lalu. Wallstreet juga memberikan catatan bahwa Erdogan membuat para ekonomi kebingungan karena tetap beranggapan nilai suku bunga yang tinggi akan membuat inflasi juga tinggi.

Baca Juga:   Pasangan GBPUSD Gagal Pulih Karena Data AS Yang Positif Mengangkat Dolar AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar