Emas Turun Walaupun Risk Off Masih Kuat, Lonjakan Permintaan Greenback Mendorong Kenaikan Dolar AS

Permintaan logam mulia emas turun saat sesi Eropa berlangsung di hari Senin ini (23/3). Saat ini harga emas menuju ke level paling rendah dalam harian di bawah level harga 1.490. Sebelumnya posisi harga emas sempat mengalami kenaikan ringan akibat adanya gabungan beberapa faktor yang negatif. Sementara itu penurunan di sekitar saham kawasan Asia dan pembalikan Dolar AS turun mendukung kenaikan.

Para pelaku pasar dan investor masih menaruh kekhawatiran yang besar pada krisis ekonomi akibat wabah virus Corona. Ekonomi global terancam akan jatuh ke jurang resesi jika virus ini terus mengganggu aktivitas perekonomian dunia. Kekhawatiran ini menimbulkan nada penghindaran risiko yang membantu emas untuk naik.

Sementara itu Dolar AS beberapa jam terakhir juga dalam bias penjualan setelah terbang menuju ke rekor terbarunya. Senat AS dilaporkan tidak meloloskan RUU bantuan virus Corona yang diajukan oleh Presiden Trump. Kegagalan RUU tersebut menyebabkan kekecewaan para pedagang dan membuat Dolar AS melemah. Sementara itu imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun juga merosot kembali ke level 0,815% setelah penolakan Senat AS.

Minat Dolar AS Kuat

Namun sayangnya para pedagang masih lebih memilih menimbun Dolar AS yang menyebabkan emas turun saat ini. Sikap ketakutan pedagang menyebabkan Dolar AS menjadi incaran karena dianggap sebagai mata uang cadangan global. Hal ini membatasi kenaikan harga emas lebih jauh lagi. Sehingga terlihat logam mulia mundur setelah kenaikan sebelumnya.

Jika memang emas turun lebih dalam menuju ke bawah level harga 1.450, maka akan memperpanjang momentum bearish. Para pedagang akan menyiapkan aksi penjualan logam mulia yang lebih besar lagi jika memang level itu mampu ditembus. Target selanjutnya adalah level paling rendah di sekitar 1.400 menjauh dari puncak tahunan sebelumnya.

 

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 26 April 2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar