Emas Menutup Bulan November 2019 Dengan Kenaikan Harga

Sempat membisu kemarin, pasar akhirnya menyadari bahwa penandatanganan UU HAM oleh AS untuk dukung pemberontak Hong Kong, berpotensi menghambat tercapainya kesepakatan dagang Fase Satu. Akibatnya, harga emas naik karena logam mulia tersebut mulai dibeli sebagai aset lindung nilai, di tengah ketidakpastian geopolitik.

Kamis kemarin, China melayangkan peringatan serius pada AS, bahwa pihaknya akan mengambil langkah balasan yang tegas, menyusul pengesahan UU Hak Asasi Manusia oleh AS untuk mendukung pemberontak anti pemerintah di Hong Kong. China menegaskan akan menggagalkan segala upaya yang bertujuan untuk ikut campur atas otoritas China di negara tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyulut kemarahan China karena tetap menandatangani UU HAM Hong Kong yang mendukung pemberontak. Padahal, ia seharusnya menyadari jika negaranya dan China sedang mengusahakan kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang. Pasar khawatir, ulah nekat Trump akan memperburuk tensi dengan China.

Emas pun kembali diburu pembeli. Saat berita ini ditulis, harga emas futures untuk pengiriman Desember di bursa komoditas New York sudah naik $1.10 ke $1,454.50 per ons. Sedangkan XAU/USD, melejit 0.61 persen ke harga $1,464.25.

xauusd

“Emas telah berusaha mempertahankan level di atas $1,450 sejak ada aksi bargain hunting. Ini adalah level entry yang bagus bagi siapa saja yang kelewatan di sesi sebelumnya,” demikian ujar analis UBS, Giovanni Stauvono.

Namun demikian, analis lain dari RJO Futures, Philip Streible, memperingatkan bahwa harga emas memiliki kemungkinan untuk terjungkal ke posisi $1,425 di akhir tahun ini, karena berkurangnya peluang pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed.

Volume perdagangan hari ini terpantau tipis sebelum sesi penutupan pasar, karena sebagian pelaku pasar masih libur merayakan Thanks Giving. Indeks-indeks saham AS menunjukkan penurunan, sedangkan saham-saham Asia dan Eropa terbilang melemah. Reli Dolar AS yang mulai melambat, kian menambah dukungan bagi bullish emas.

Baca Juga:   Dolar Menguat Vs Yen Karena Beberapa Kegelisahan KTT Pra-G20 Mereda

Tinggalkan sebuah Komentar