Emas Kembali Turun Perlahan Setelah Pembaruan Risiko Global

Perdagangan di sekitar logam mulia emas terpantau mengalami penurunan secara perlahan saat pembukaan sesi dagang Eropa di hari Jumat ini (24/1). Saat ini harga emas berada di dekat level paling rendah dalam perdagangan harian di 1.558.

Sebelumnya logam mulia terus berusaha untuk bisa memanfaatkan dan memperjuangkan kinerja positif yang sempat terjadi. Namun sayangnya pada akhirnya kekuatan pembeli tersebut harus bertemu dengan penjual yang lebih kuat. Hasilnya saat mencapai level harga 1.568, harga emas langsung tertolak dan mulai mundur pada hari Kamis kemarin. Penurunan itu semakin buruk setelah adanya faktor kombinasi yang terjadi saat sesi awal hari Jumat ini.

Risk On Membebani Emas

Pelemahan permintaan logam mulia saat ini tidak lepas dari suasana sentimen risiko para pedagang yang mulai hidup kembali. Nada risiko yang naik terlihat dengan lonjakan permintaan beli di sekitar pasar ekuitas. Sehingga pada akhirnya membawa dampak negatif bagi aset safe haven seperti emas. Sentimen risiko yang hidup juga terlihat dari kenaikan yield obligasi Treasury AS yang mendukung penguatan mata uang Dolar AS.

Selain mendapatkan keuntungan dari kenaikan yield Treasury, beberapa waktu terakhir Dolar AS juga sedang dalam mode beli yang cukup baik. Emas yang diperdagangkan terhadap USD langsung mengalami penurunan karena posisi USD yang lebih tinggi. Pada pekan ini harga emas tampak bergerak pada ruang yang lebih luas pada pekan ini. Membuat para penjual akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah perdagangan.

Selanjutnya pedagang logam mulia akan lebih fokus ke rilis data ekonomi dari AS saat sesi Amerika Utara nanti malam. AS akan merilis data mengenai indeks manajer pembelian sektor manufaktur dan juga jasa flash. Data ini akan bisa membuka peluang perdagangan dalam jangka pendek bagi para pedagang emas.

 

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 5 September 2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar