Emas Hari Ini Turun Di Tengah Pemulihan Dolar AS, Fundamental Masih Mendukung Kenaikan Emas

Selama beberapa hari terakhir harga emas mengalami kenaikan menuju ke puncak paling tinggi sepanjang masa. Namun emas hari ini di hari Rabu (28/7) harus menerima bias koreksi setelah lonjakan tersebut. Memang aksi seperti ini biasanya sangat wajar setelah suatu aset mengalami lonjakan yang sangat tinggi.

Saat sesi pertengahan Asia hari Rabu ini, logam mulia diperdagangkan di sekitar level harga 1.956 atau turun 0,13% lebih rendah dari penutupan hari Selasa di 1.958. dilansir dari Reuters, ahli analisa StoneX Rhona O’Connell mengatakan emas hari ini sudah berada di jenuh beli dan perlu melakukan koreksi. Tapi fundamental sangat mendukung emas seperti suku bunga, masalah geopolitik dan kondisi penuh tidak pasti akibat virus Corona.

Dolar AS Pulih Dari Terendah

Bersama dengan emas yang melemah saat ini, indeks Dolar AS lawan utama logam mulia di pasar global mampu pulih dari titik paling rendah 2 tahun terakhir. Ketika nilai tukar Dolar AS menjadi mahal, maka para investor menahan diri membeli Dolar AS. Dan efeknya minat beli emas juga mengalami penurunan.

Sejak Selasa kemarin, Dolar AS sudah memberikan indikasi akan mengalami pemulihan. Kondisi ini terjadi karena pasar sangat berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan dari bank sentral AS nanti malam. Pemulihan juga disebabkan oleh adanya harapan stimulus fiskal dari AS yang sedang dalam proses pembicaraan. Meski fakta terbaru dilaporkan pembicaraan itu gagal membuat kemajuan yang berarti.

Ketika kondisi global sedang krisis seperti saat ini, emas sepanjang 2020 sampai hari ini sudah naik 27%. Apalagi kebijakan suku bunga yang rendah dan jumlah Dolar AS yang beredar semakin banyak mendukung emas hari ini untuk terus mencatatkan kenaikan lebih tinggi. Goldman Sachs juga yakin emas akan naik dan memprediksi emas bisa mencapai level harga 2.300.

 

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 12 July 2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar