Emas Flat Meski Trump Ancamkan Tarif Pada Brazil Dan Argentina

Kebijakan tarif Trump yang semakin menjadi-jadi tak lantas membuat harga emas melonjak. Belum selesai dengan China, Trump juga akan mengenakan pajak pada Amerika Latin. Namun, logam mulia justru diperdagangkan flat di sesi perdagangan Selasa sore ini, karena para investor rupanya lebih memilih untuk minggir dari pasar.

Harga emas spot berada di posisi 1,462.98 per troy ons, setelah naik setengah persen di akhir November lalu. Sedangkan harga emas futures di bursa komodita New York turun 0.2 persen ke $1,466.60.

xauusd

Senin malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif terhadap baja dan aluminium yang diimpor dari Brazil dan Argentina. Alasannya, kedua negara itu dianggap sengaja melemahkan mata uangnya sehingga ekspor makanan dari AS sulit bersaing di sana.

“Brazil dan Argentina masih bermain-main dengan devaluasi masif atas mata uang mereka, yang mana hal ini tidak baik bagi para petani kami (AS).” kata Trump.

Meski demikian, Trump tidak menyebutkan kapan persisnya tarif impor itu akan diberlakukan. Ia hanya mengatakan “segera diefektifkan”. Menanggapi komentar Trump tersebut, Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengatakan akan segera berbicara dengannya.

“Ekonomi mereka tidak sebanding dengan kami, mereka berkali-kali lipat lebih besar. Jadi saya menganggap hal ini bukanlah sebentuk pembalasan,” kata Bolosnaro dalam wawancaranya dengan sebuah radio Italia. “Saya akan meneleponnya supaya tidak mendenda kami. Ekonomi kami mengandalkan komoditas, jadi itulah yang kami dapatkan.”

Dengan demikian, situasi perdagangan global dapat dikatakan sedang panas. Namun, harga emas lempeng saja, tidak ada kenaikan berarti. Menurut Jigar Trivedi, analis pasar dari sebuah perusahaan komoditas di Mumbai, hal ini karena permintaan investasi tidak ditujukan ke emas.

“Di SPDR gold exchange-traded funds (ETF), aliran telah berkurang, permintaan investor pun goyah sehingga harga emas tidak bereaksi terhadap masalah ketidakpastian,” kata Trivedi.

Baca Juga:   Dolar Kanada Menguat Karena Harga Saham Dan Minyak Naik

Tinggalkan sebuah Komentar