Dolar New Zealand Lemah Terdampak Ketidakpastian Perdagangan Global

Dolar New Zealand pada pekan kemarin menutup perdagangan mingguan dengan posisi paling rendah sejak bulan September 2018 lalu di level harga 0,6467. Saat perdagangan hari Senin ini (12/8) pasangan mata uang NZDUSD tampak berusaha melakukan pemulihan diri. Terakhir pasangan ini sedang berada di sekitar level harga 0,6455 atau mewakili penurunan sebesar 0,23 persen dalam skala harian.

Sampai hari ini masih minim sekali kabar pembaruan dari kabar perang dagang antara AS dengan China. Kondisi akan terus memaksa para pelaku pasar dan investor menjauhi aset-aset antipodean. Beberapa kabar terbaru kemarin juga sempat menaikkan kekhawatiran pasar. Bank sentral China memutuskan untuk membiarkan nilai tukar Yuan anjlok terhadap USD menuju ke titik paling rendah dalam satu dekade terakhir.

Pasar khawatir akan terjadi perang mata uang, pasalnya Presiden Trump mengecam tindakan tersebut dan menuduh China telah melakukan manipulasi mata uang.  Pembiaran nilai tukar oleh PBoC tersebut telah membuat pasangan mata uang USDCNY berada di level harga 7,0 dalam tiga sesi perdagangan berturut-turut.

Sisi-sisi risiko yang ditinggalkan pasar seperti pada Dolar New Zealand juga disebabkan oleh naiknya kabar mengenai protes Hong Kong. Suasana pasar yang penuh dengan masalah dalam beberapa hari terakhir membuat pasangan mata uang yang beresiko kurang mendapatkan daya tarik.

Dari sisi tolak ukur sentimen resiko yaitu yield obligasi Treasury pemerintah AS mengalami penurunan karena terdampak pembaruan kabar. Namun walaupun demikian, indeks Dolar AS tidak bergerak sama sekali dan tetap stagnan di sekitar level 97,50.

Untuk fokus pasar Dolar New Zealand selanjutnya mungkin akan tertuju ke data mengenai Indeks Harga Makanan yang akan dirilis besok selasa. Diprediksi akan naik menuju ke 0,4 persen skala bulanan selama Juli setelah pada bulan Juni lalu turun 0,7 persen.

Baca Juga:   Saham Asia Bergerak Hijau Karena Sentimen Risiko Hidup Kembali

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar