Dolar Mendekati Posisi Terendah 11-Minggu Karena Penurunan Suku Bunga FED

Dolar mendekati level terendah 11-minggu terhadap mata uang pada hari Rabu. Mata uang terbebani oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS dapat memangkas suku bunga untuk beberapa waktu dalam beberapa bulan ke depan.

Fed Dikabarkan Akan Memangkas Suku Bunga 2 Kali Tahun Ini

Indeks dolar versus sekeranjang enam mata uang utama secara efektif datar di 96.707. Itu diperdagangkan tepat di atas level 96.459 yang dicapai pada hari Senin. Ini sekaligus menjadi level terendah sejak akhir Maret.

Indeks telah di bawah tekanan menyusul penurunan tajam dalam imbal hasil Treasury AS jangka panjang. Itu jatuh ke posisi terendah hampir dua tahun pada hari Jumat setelah laporan pekerjaan AS meningkatkan harapan untuk penurunan suku bunga Fed.

Fokus investor sekarang pada pertemuan kebijakan Fed berikutnya pada 18-19 Juni dan memberi sinyal apa yang dapat ditawarkan bank sentral mengenai arah kebijakan moneter.

Shinichiro Kadota, ahli strategi senior di Barclays di Tokyo mengatakan :

“Pasar menilai penurunan suku bunga The Fed ke tingkat yang signifikan”.

“Jadi pasar sedang menunggu pertemuan Fed minggu depan sebagai kesempatan untuk melihat berapa banyak dan berapa lama siap untuk memudahkan kebijakan”.

Harapan untuk penurunan suku bunga bank sentral tahun ini naik pekan lalu setelah sejumlah pejabat Fed. Mereka termasuk Ketua Jerome Powell, mengisyaratkan mereka terbuka untuk pelonggaran kebijakan moneter.

Menurut CME Group FedWatch Tool, pedagang dengan minat berjangka memberi 17% peluang pelonggaran pada pertemuan Fed minggu depan dan peluang 80% pada pertemuan berikutnya pada bulan Juli.

Euro stabil di $1.1330 dan dalam jarak dekat dari puncak tiga bulan dari $1.1348 yang diskalakan pada hari Jumat.

Baca Juga:   Opsi Nuklir China Dalam Perang Dagang Adalah Menjual Obligasi Treasury AS

Mata uang tunggal sedikit dipengaruhi oleh tuduhan Presiden AS Donald Trump bahwa Eropa mendevaluasi euro. Mata uang telah naik sekitar 1.4% terhadap dolar sejauh ini pada bulan Juni.

Trump men-tweet pada hari Selasa bahwa euro dan mata uang lainnya didevaluasi terhadap dolar dan menempatkan Amerika Serikat pada kerugian besar.

Makoto Noji, kepala mata uang dan ahli strategi obligasi luar negeri di SMBC Nikko Securities mengatakan :

“Untuk pertama kalinya dalam beberapa saat presiden AS memutuskan untuk mengkritik kebijakan mata uang negara lain”.


Tinggalkan sebuah Komentar