Dolar Australia Melonjak Sepanjang Hari Terhadap Yen Karena Perdagangan Yang Optimis

Perdagangan pada mata uang Dolar Australia mengalami lonjakan permintaan beli setelah adanya kabar konfirmasi dari Presiden Trump. Dia menyampaikan pada saat rapat terbuka di Minneapolis bahwa saat ini pembicaraan dagang dengan China berjalan dengan baik. Mungkin pertemuan ini akan bisa mencapai kesepakatan dagang antara AS dengan China. Atas kabar ini pasangan mata uang AUDJPY mengalami lonjakan permintaan beli menuju ke level harga 73,20 dari level harga 72,97 pada perdagangan hari Rabu kemarin (10/10).

Pada perdagangan tadi malam, sentimen risiko tampak terus menguasai pasar setelah adanya kabar bahwa pembicaraan dagang antara AS dengan China berjalan sesuai dengan rencana. Kabar ini telah meruntuhkan isu bahwa pembicaraan tingkat tinggi dua negara ekonomi terbesar di dunia ini mengalami kegagalan. Isu ini muncul setelah pemerintah AS menambahkan sekitar 28 perusahaan asal China ke dalam daftar hitam dengan alasan ikut serta pelanggaran HAM di Uighur.

Bahkan kabar yang disampaikan oleh media Bloomberg dan juga New York Times telah memberikan dorongan yang sangat positif bagi aset berisiko seperti Dolar Australia. Kedua media tersebut mengabarkan bahwa kesepakatan parsial kedua negara akan dibuat pada pekan ini. Selain itu juga sedang menunggu kabar mengenai penurunan pembatasan pada perusahaan teknologi Huawei China dan juga penangguhan pemberlakukan tarif tambahan.

Pertemuan Presiden AS dengan Wakil PM China

Setelah melakukan pertemuan dengan wakil dagang AS, Steve Mnuchin dan Robert Lighthizer, Wakil PM China Liu selanjutnya akan bertemu dengan Presiden Trump. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama kali sejak bulan Juli kemarin dan ketegangan-ketegangan perdagangan yang terjadi sebelumnya.

Memang Dolar Australia telah mengalami kenaikan terhadap Yen setelah kabar-kabar perdagangan global. Komentar terbaru dari Presiden Trump saat kampanye di Minneapolis kembali memberikan sentimen positif dan meruntuhkan minat pasar terhadap aset safe haven.

Baca Juga:   Sempat Mereda, Kesepakatan Perang Dagang AS-China Terancam Kembali

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar