Dolar AS Tersungkur Setelah Trump Tanggapi Kebijakan Balasan China

Dolar AS menutup minggu ini dengan penurunan drastis. Jumat kemarin, mata uang tersebut jeblok setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan perusahaan-perusahaan AS agar menutup operasinya di China. Mereka juga diminta untuk mencari alternatif relasi lain selain China. Kondisi yang memanas ini membuat para investor berbondong menjual Dolar AS mereka.

Indeks Dolar AS (DXY) ditutup di level 97.26, merosot 0.96 persen dari posisi sebelumnya. Terhadap Yen, Dolar AS pun tergerus dengan persentase yang sama, dan mengakhiri pekan ini di posisi 105.39, terendah dalam hampir dua pekan.

China Membalas, Trump Makin Marah

Jumat kemarin, China mengatakan akan menaikkan tarif impor balasan terhadap barang-barang AS senilai $75 miliar, dengan menargetkan minyak mentah untuk pertama kalinya dan memperbarui undang-undang pelarangan penggunaan mobil buatan Amerika.

Langkah ini diambil oleh China sebagai tanggapan atas rencana Trump untuk menerapkan tarif 10 persen pada barang-barang China senilai $300 miliar pada tanggal 1 September dan 15 Desember mendatang. Menurut Kementerian Perdagangan China, pihaknya akan menetapkan kenaikan bea impor pada tanggal yang sama dengan rencana AS.

Mendengar hal itu, Trump pun marah dan menyuruh perusahaan-perusahaan AS agar memutus relasinya dengan China. Trump menuding bahwa China telah mencuri uang yang didapatkan dari kekayaan intelektual AS, tahun demi tahun, berdekade-dekade, ini akan dan harus disetop.

“Perusahaan-perusahaan besar Amerika kita, dengan ini, saya perintahkan untuk segera mencari alternatif (perdagangan) dari China, termasuk memulangkan perusahaan-perusahaan Anda dan membuat produk Anda di AS saja.” tambahnya.

Komentar Trump mendominasi event penting yang sebelumnya telah diantisipasi pasar, yakni pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole. Dalam simposium itu, Powell mengatakan akan meggunakan kebijakan moneter yang sesuai guna melanjutkan ekspansi dan tak menyinggung soal Rate Cut yang diekspekatasikan akan kemmbali dilakukan bulan depan.

Baca Juga:   Perang Mata Uang Nyata Akan Terjadi Walaupun Tidak Pernah Diakui Langsung

Tinggalkan sebuah Komentar