Dolar AS Menguat Tipis, Penurunan Suku Bunga Masih Membebani

Hari Kamis (18/7) perdagangan pada Dolar AS tampak mendapatkan dorongan-dorongan positif dan mulai menguat namun hanya tipis karena secara luas masih terbebani ekspektasi pasar. Greenback juga memiliki potensi untuk pulih dan meneruskan pendakiannya, sayangnya harapan pasar mengenai pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS semakin kuat mendekati pertemuan FOMC pada akhir Juli pekan depan.

Sampai hari ini para pelaku pasar dan investor masih menaruh harapan pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 basis poin. Pasar juga melihat pada bulan September mendatang, bank sentral akan memangkas kembali tingkat suku bunga AS.

ECB dan Fed Dovish

Selain Fed, dikabarkan bank sentral Eropa atau ECB juga berencana akan melonggarkan kebijakan moneternya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sampai hari ini pasar telah melakukan antisipasi pemangkasan suku bunga oleh ECB sebesar 10 basis poin pada bulan September mendatang. Untuk lebih jelasnya ECB akan melakukan pertemuan pada tanggal 25 Juli mendatang.

Dengan meluasnya kabar pelonggaran kebijakan dari Fed dan ECB, pergerakan Dolar AS dan Euro hanya terbatas pada ruang yang sempit sampai beberapa pekan. Pasar sendiri tengah menunggu akhir bulan Juli untuk melihat apakah potensi pelonggaran kebijakan masih ada atau tidak.

Perdagangan di hari Kamis (18/7) siang terlihat Dolar AS mampu sedikit pulih namun hanya tipis. USD menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya seperti Yen yang menuju ke level harga 107,865. Saat ini para pelaku pasar dan investor lebih optimis terhadap Dolar AS karena imbal hasil obligasi Treasury AS lebih tingi daripada beberapa negara maju lainnya. Dampak pemangkasan suku bunga AS oleh Fed pada akhir bulan Juli mendatang tidak begitu membuat yield AS jatuh lebih dalam lagi.

Baca Juga:   Penguatan Dolar Terjadi Saat Fokus Beralih Ke Kesaksian Fed Powell Dan Risalah FOMC

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar