Dolar AS Menguat Terbatas Di Awal Pekan Pasca Kesepakatan Fase-1

Fungsi Dolar AS sebagai safe haven kembali bekerja. Nilai tukar mata uang tersebut menguat di sesi perdagangan Senin malam ini, seiring dengan terkikisnya optimisme akan tercapainya kesepakatan antara AS dan China.

Jumat lalu, tiga mata uang safe haven seperti Dolar AS, Franc, dan Yen, melemah bersamaan dengan optimisme yang muncul dalam rumor-rumor penggerak pasar. Di antaranya: optmisme terhadap kesepakatan AS-China dan renegosiasi kembali antara Inggris dengan Uni Eropa terkait Brexit.

Presiden AS Donald Trump di akhir pekan lalu menyepakati rencana kesepakatan dengan China, yang disebut dengan deal Fase-1. Langkah awal untuk mengakhiri peran dagang tersebut mencakup penundaan kenaikan tarif. Namun demikian, para pejabat AS dan China mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan sebelum meneken suatu kesepakatan.

Sayangnya malam ini, kabar dari Bloomberg menyebutkan bahwa China ingin agar perundingan kembali dilaksanaan sebelum Oktober, dengan tujuan merinci kesepakatan Fase-1. Kemudian, Menkeu AS Steven Mnuchin pun mengatakan bahwa kenaikan tarif masih bisa dilakukan jika kesepakatan tak tercapai, meski saat ini negosiasi masih terbilang lancar.

Berita terbaru tersebut membuat sebagian investor merasa perlu untuk membeli safe haven. Oleh sebab itu, Dolar AS menguat terbatas, dengan Indeks Dolar (DXY) diperdagangkan di posisi 98.36.

Menurut para analis, kesepakatan parsial antara AS dan China tampaknya kekurangan substansi dan kemajuannya pun terbatas. Khususnya dalam isu-isu struktural seperti transfer teknologi.

Manuel Oliver, analis dari Credit Agricole, mengatakan bahwa pengumuman-pengumuman dari kedua negara tersebut sejauh ini belum menuju pada kesepakatan dasar yang mendasar. Perkembangan yang terjadi saat ini hanyalah bersifat meluruskan optimisme pasar pekan lalu.

Baca Juga:   IMF Memperingatkan Perlambatan Pertumbuhan Dan Meningkatnya Kerusuhan Di Timur Tengah

Tinggalkan sebuah Komentar