Dolar AS Melonjak Karena Optimisme Menjelang Tanda Tangan Kesepakatan

Optimisme-optimisme yang datang dari perdagangan AS dan China terus memberikan dampak positif bagi perdagangan global. Permintaan Dolar AS menguat beberapa waktu terakhir terhadap safe haven karena menjelang penandatanganan kesepakatan dagang AS dan China. Pertemuan itu semakin nyata setelah China mengkonfirmasi bahwa wakil PM China Liu He akan memimpin perwakilan China di Washington pada 13-15 Januari.

Jika memang kedua negara secara resmi dan sah menandatangani kesepakatan dagang tahap awal itu, maka ketegangan perang dagang kedua negara akan semakin surut. Sayangnya bagaimanapun juga kesepakatan itu tidak menandai berakhirnya masalah dari kedua negara. Presiden Trump mengatakan akan segera melakukan pembahasan kesepakatan tahap kedua untuk menyelesaikan masalah.

Momentum Dolar AS menguat beberapa waktu terakhir terlihat pada beberapa pasangan mata uang seperti USDJPY. Para pelaku pasar dan investor mulai menjual Yen Jepang karena optimisme AS dan China. Yen yang bersifat penghindaran risiko bukan merupakan investasi yang baik jika kondisi pasar sedang membaik seperti saat ini. Walaupun kesepakatan tahap dua mungkin akan menahan risiko.

Kekhawatiran Kesepakatan Tahap Dua

Sebelumnya memang telah meluas kabar bahwa kesepakatan tahap kedua akan lebih rumit dan lama dibandingkan tahap satu. Tapi para ahli analisa tidak menghiraukan risiko tersebut dalam jangka pendek. Analis valas dari Westpac, Sean Callow mengatakan bahwa AS dan China harus terus memberikan berita positif pada pekan ini. Pasalnya fokus para pedagang tertuju pada penandatanganan kesepakatan.

Menjelang acara utama penandatanganan kesepakatan dagang tersebut, para pelaku pasar masih mengkhawatirkan isi dari pakta itu. Pasalnya sangat minim sekali informasi yang diterima pada pedagang mengenai rincian di dalam pakta tahap pertama. Mungkin hal ini akan membatasi momentum Dolar AS menguat beberapa waktu terakhir.

 

 

Baca Juga:   Trump Mungkin Mempersulit AS Untuk Memenangkan Perang Dagangnya Dengan China

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar