Dolar AS Melemah Menuju Ke Titik Paling Rendah Dua Pekan Ketika Saham Melonjak

Kinerja mata uang Dolar AS melemah lebih panjang lagi sejak hari Rabu kemarin (8/7). Dengan pelemahan-pelemahan itu menyebabkan indeks Dxy sebagai tolak ukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama global turun ke titik paling rendah dua pekan. Salah satu faktor yang meruntuhkan minat Dolar AS adalah karena pasar saham sedang dalam kenaikan yang sangat baik bersama dengan komoditas.

Selain itu mata uang pesaing utama yaitu Euro juga mencatatkan kenaikan menuju ke puncak tiga pekan terhadap USD. Bersamaan dengan Dolar AS melemah, indeks Nasdaq mencatatkan penutupan hari Rabu ke puncak yang paling tinggi. Kenaikan itu bergabung dengan catatan positif saham-saham bidang teknologi dan mampu membalikkan keadaan dari penurunan hari Selasa kemarin.

Padahal dalam kondisi normal, Dolar AS menjadi salah satu pelarian para investor ketika sedang banyak ketidakpastian ekonomi global seperti di tengah pandemi saat ini. Ahli analisa Edward Moya dari Pasar OANDA mengatakan kenaikan pasar saham bisa bertahan lebih lama. Karena banyak yang berekspektasi besar pada stimulus global yang sangat besar dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan mendatang.

Mengabaikan Kekhawatiran Pandemi

Walaupun CDC AS melaporkan sampai saat ini jumlah virus Corona di seluruh AS sudah mencapai angka lebih dari 3 juta kasus. Pergerakan Dolar AS melemah sejak hari Rabu sampai hari Kamis saat ini. Meski sebelumnya indeks Dxy sempat berusaha untuk memulihkan diri tapi mengalami kegagalan.

Bersamaan dengan Dolar AS melemah itu, mata uang komoditas global mencatatkan kenaikan yang meyakinkan. Mata uang itu seperti Dolar Australia, yang mengalami kenaikan sampai 0,50 bersama dengan Kiwi New Zealand yang naik 0,40%. Kemudian Dolar Kanada juga memanfaatkan kondisi untuk mencatatkan kenaikan sampai 0,70% di tengah pelemahan Dolar AS.

 

Baca Juga:   Harga Emas Melemah Setelah Data Pengangguran AS Lebih Baik Dari Sebelumnya

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar