Dolar AS Mampu Menguat Terhadap Yen Jepang Meski Greenback Sedang Dalam Posisi Terendah 4 Bulan

Pasangan mata uang USDJPY naik pada penutupan hari Rabu kemarin. Mata uang Dolar AS mampu mendominasi di atas Yen Jepang walaupun secara luas Dolar AS dalam penurunan sangat tajam. Beberapa waktu terakhir indeks Dolar AS telah merosot sampai menuju ke titik paling rendah empat bulan terakhir. Diduga kenaikan pasangan pada penutupan terjadi karena kenaikan pada pasar saham global.

Kemudian faktor lain yang mendukung USDJPY naik adalah karena ada lonjakan kasus virus Corona di Jepang. Selain itu data IMP Jepang juga dilaporkan masih dalam tekanan-tekanan yang besar. Apalagi saat ini pasar Jepang akan menikmati liburan panjang sehingga banyak kegiatan yang akan terhenti dan mulai kembali pada awal pekan mendatang.

Dari sisi Amerika Serikat, kenaikan Dolar AS melawan safe haven Yen disebabkan oleh data penjualan rumah yang mampu bangkit. Sementara itu di hari Kamis ini, tampaknya pasangan akan digerakkan oleh kekhawatiran para investor terhadap serangan kedua pandmei. Karena ekonomi AS bisa melemah kembali jika pandemi tidak segera membaik.

Dolar AS Berisiko Melemah Kembali

Dolar AS masih dalam risiko melemah lebih dalam lagi. Sebab saat ini para investor sedang dihantui ketidakpastian stimulus ekonomi AS. Sejak kemarin, Senat AS terus dalam perdebatan mengenai stimulus ekstra besar yang diajukan oleh parlemen AS. Tekanan bertambah ketika AS meminta China menutup kantor konsulatnya yag ada di Houston. Hal ini memicu perpindahan aset ke safe haven Yen Jepang dan mengakhiri USDJPY naik.

Pergerakan pasangan mata uang USDJPY selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika sentimen risiko global. Berita-berita mengenai stimulus ekonomi AS dan juga kondisi ekonomi global juga akan menggerakan pasangan beberapa waktu kedepan. Konflik AS-China juga tidak lupa akan terus diawasi.

 

Baca Juga:   Kombinasi Optimisme Global Mendorong Dolar Australia Ke Puncak Sebulan Terakhir

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar