Dolar AS Hapus Pelemahan Versus Yen Berkat Positifnya Data AS Malam Ini

Setelah terpuruk kemarin, Dolar AS mulai menguat kembali versus Yen. Di sesi perdagangan Jumat dini hari, USD/JPY terkoreksi naik 0.22 persen ke 106.00, pasca penurunan hingga hampir satu persen di level sebelumnya.

Inversi atau pembalikan kurva yield obligasi US Treasury menimbulkan kepanikan di bursa, sehingga para investor pun memborong aset-aset aman termasuk Yen. Inversi Yield Curve adalah kondisi dimana yield obligasi 2-tahunan, lebih besar daripada yield obligasi 10-tahunan, dan dianggap sebagai sinyal resesi ekonomi. Selama hampir sepekan ini, mata uang Jepang itu telah menguat sekitar 0.3 persen.

Retail Sales Dan Philly Manufacturing Index Dongkrak Dolar

Namun kemudian, data-data ekonomi AS yang dirilis malam tadi–Retail Sales dan Philly Manufacturing–meredakan kekhawatiran para investor akan resesi ekonomi AS. Alhasil, Dolar AS pun rebound terhadap Yen.

Penjualan Ritel (Retail Sales) AS di bulan Juli 2019 melonjak ke 0.7 persen, dari 0.3 persen sebelumnya. Hasil tersebut lebih baik daripada ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan ritel bakal sama. Sedangkan, Penjualan Ritel Inti AS (Core Retail Sales) yang tidak menghitung produk otomotif, bahan bakar, bahan bangunan, dan layanan pesanan makanan, juga naik 1.0 persen lebih tinggi dari sebelumnya di 0.3 persen dan ekspektasi kenaikan 0.4 persen saja.

Menurut Stephen Stanley, Kepala Ekonom Amherst Pierpont Securities LLC, angka-angka Retail Sales tersebut sangat kuat dan kembali positif setelah beberapa bulan berturut-turut lesu. Pasar ketenagakerjaan, yang masuk dengan perolehan sangat baik, berkontribusi sangat besar sehingga para konsumen memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan.

Sementara itu, Data Philly Manufacturing Index yang dirilis oleh Federal Reserve Philadelphia, naik hingga 16.8 di bulan Agustus 2019 ini. Meski turun 5 poin dari sebelumnya, angka tersebut masih lebih baik daripada konsensus pasar yang memperkirakan penurunan ke level 10.0.

Baca Juga:   Para Pemimpin Ue Dan Inggris Sepakat Untuk Memperpanjang Batas Waktu Brexit Hingga Akhir Oktober

Tinggalkan sebuah Komentar