Dolar AS Flat Pasca CPI AS, Waspada Ketidakpastian The Fed

Dolar AS cenderung flat di sesi perdagangan Kamis (11/Juli) malam ini, khususnya setelah Ketua The Fed Jerome Powell, menegaskan pernyataan yang membuka kemungkinan pemotongan suku bunga. Data inflasi inti AS (Core Inflation) yang dilaporkan naik ke tertinggi satu setengah tahun, agaknya tidak memberikan penguatan yang berarti bagi Dolar AS.

Consumer Price Index (CPI)–yakni inflasi yang tidak memasukkan harga makanan volatile dan komponen energi–menunjukkan kenaikan signfikan pada bulan Juni 2019. Data yang disebut dengan Core CPI atau Inflasi Inti tersebut naik 0.3 persen, lebih tinggi daripada indeks di bulan Mei di 0.1 persen dan ekspektasi 0.2 persen.

Akan tetapi, secara keseluruhan, inflasi AS tidak segemilang inflasi intinya. Dalam basis bulanan (month-over-month), CPI AS hanya naik 0.1 persen pada bulan Juni, sama dengan pertumbuhan CPI di bulan sebelumnya.

Menurut para analis, data inflasi tersebut hanya memberikan sedikit pengaruh bagi ekspektasi pandangan terhadap kebijakan suku bunga The Fed secara keseluruhan. Dalam rapat FOMC yang akan digelar akhir bulan ini, para pejabat bank sentral AS masih punya peluang untuk memotong suku bunga.

“Apabila ada keraguan bahwa data tersebut benar-benar mencuri perhatian, khsusunya karena laporan NFP AS yang meningkat Jumat lalu, maka saya kira kita sudah mendapatkan jawabannya kemarin. Yakni dengan pernyataan Powell yang cukup kuat bahwa (bank sentral AS) akan melonggarkan moneternya secepat-cepatnya pada bulan Juli (ini),” kata Mazen Issa, pakar forex senior dari TD Securities.

 

Dolar AS Akan Bergantung Pada Pandangan Powell

Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS DXY diperdagangkan flat di level 97.05, masih di kisaran level rendah yang terbentuk kemarin. Sementara USD/JPY juga flat di kisaran 108.418.

usdjpy-11juli

Source: TradingView.com

Setelah memberikan testimoni hari pertama kemarin, Ketua The Fed Jerome Powell kembali menyampaikan testimoni di hadapan Kongres hari Kamis ini. Namun, ada kemungkinan pergerakan Dolar AS akan menghadapi ketidakpastian setelahnya.

“Begitu kita melihat bahwa suku bunga akan dipotong seperempat persen sepeti yang banyak diekspektasikan, (maka) Powell akan membuat semua kemungkinan terbuka. Artinya, Outlook Dolar AS akan menjadi tak menentu,” kata Manuel Oliveri, FX strategist di Credit Agricole, London.

Baca Juga:   China Membutuhkan Kebijakan Privasi Data Yang Lebih Baik Untuk Pertumbuhan Perdagangan Digital

Tinggalkan sebuah Komentar