Diancam Perlambatan Akibat Virus Corona, Data Inflasi China Justru Masih Naik

Kemarin kantor Statistika China merilis data mengenai tingkat inflasi konsumen pada bulan Januari. Data inflasi itu dilaporkan dengan hasil kenaikan 5,4 persen dalam tahunan lebih tinggi dari harapan pedagang sebelumnya. 

Sementara itu para ahli ekonomi memprediksi bahwa inflasi konsumen akan mengalami kenaikan ke 4,9 persen dari sebelumnya di 4,5 persen. Hasil inflasi yang tinggi memberikan gambaran ekonomi China tumbuh pada bulan Januari.

Beberapa bulan ini memang tingkat inflasi terus mengalami kenaikan dengan dipimpin kenaikan daging babi sampai 116 persen dari tahun lalu. Lonjakan harga disebabkan oleh merosotnya jumlah pasokan babi akibat adanya wabah demam babi yang menyerang Afrika. Kondisi itu diperburuk oleh lonjakan permintaan daging babi melonjak tinggi pada bulan Januari menjelang libur Imlek.

Data ekonomi China lainnya seperti inflasi inti non makanan dan energi mengalami kenaikan 1,5 persen dalam tahunan pada bulan Januari. Sehingga menggambarkan kondisi harga non makanan dan energi tidak mengalami kenaikan harga yang terlampau tinggi.

Wabah Virus Corona

Namun saat ini ekonomi China sedang menghadapi hambatan utama yaitu adanya wabah virus Corona yang menyerang. Virus ini bagaimanapun akan menyebabkan dampak negatif bagi pertumbuhan perekonomian China mulai hitungan bulan Februari. Pasalnya sebagian besar wilayah China terpaksa menghentikan segala aktivitas ekonomi karena kekhawatiran penyebaran virus Corona.

Beberapa kota bahan ditutup oleh pemerintah China sebagai upaya menghambat penyebaran virus Corona. Penutupan itu menyebabkan akses transportasi terganggu sehingga pendistribusian barang-barang konsumen menjadi terhambat. Namun pada ahli analisa mencatat dampak virus tidak terlalu signifikan pada harga produk sektor industri.

Karena perusahaan sektor industri ditutup tidak lebih dari sepekan sejak wabah virus menyerang kemarin. Sehingga pendistribusian produk tidak mengalami hambatan. Setelah wabah bisa dikendalikan dengan baik, maka rantai distribusi bisa berjalan dengan normal kembali.

 

Baca Juga:   Industri Perbankan China Bingung Terkait Pembayaran Dividen Di Tengah Pandemi Virus Corona

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar