Data PDB Inggris Masih Lemah, Ekonomi Kesulitan Pulih Dari Perlambatan

Pertumbuhan ekonomi Inggris yang digambarkan pada data mengenai PDB mengalami kenaikan hanya di 1,8% pada laporan bulan Mei. Hasil itu jauh lebih rendah jika dibandingkan apa yang diprediksi sebelumnya. Hasil data yang mengecewakan menyebabkan banyak pihak merasa pesimis bahwa perekonomian Inggris mampu bangkit dari perlambatan akibat pandemi virus Corona.

Dengan data ekonomi yang lebih rendah dari prediksi, juga akan memberikan tekanan tambahan bagi pemerintah Inggris. Tampaknya PM Boris akan terus berusaha menormalkan kembali aktivitas ekonomi walaupun gelombang kedua belum surut sepenuhnya.

Sementara itu para ahli ekonomi memprediksi pertumbuhan bulan Mei itu menjadi pertumbuhan PDB paling tinggi pasca pembukaan ekonomi kembali. Sayangnya pemulihan itu masih sangat jauh dengan apa yang diprediksi sebelumnya. PDB bulan Mei diprediksi mampu bangkit sampai ke +5,5%.

Sektor Hiburan Turun Tajam

Sektor jasa yang mendominasi perekonomian hanya mampu pulih sangat tipis 0,9%. Sementara itu Kanselir Rishi Sunak mengatakan hasil itu menjadi pertanda bahwa ada tantangan yang harus dihadapi pemerintah Inggris. Karena banyak orang yang terus khawatir mengenai jaminan pekerjaan dan pendapatan.

Sementara itu pada sektor produksi sampai bulan Mei mengalami penurunan sampai ke -19,1%. Penurunan ekonomi Inggris paling signifikan terlihat pada sektor hiburan seperti hotel dan juga restoran. Sektor ini mengalami penurunan sampai ke -71,7%. Karena pada dasarnya sektor hiburan itu sangat membutuhkan pengunjung.

Kebijakan lockdown menyebabkan banyak warga yang berdiam di rumah. Sehingga tidak ada yang berkunjung ke hotel atau juga restoran. Melihat hasil data ekonomi Inggris mengenai PDB yang masih suram, akan memancing pemerintah Inggris untuk bertindak lebih banyak lagi. Selain itu berita mengenai kesepakatan Brexit juga akan menjadi faktor penentu arah pemulihan perekonomian Inggris kedepannya.

 

Baca Juga:   Pergerakan GBPUSD Hari Ini Stabil Setelah Penurunan Tajam Karena Nada Risk Off

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar