Data Jerman Pesimis, Potensi Kenaikan Dolar AS Karena Resesi Eropa

Nilai tukar Dolar AS mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang utama lain saat sesi akhir perdagangan hari Rabu kemarin (14/8). Penyebab penguatan ini adalah adanya suasana kekhawatiran pada pasar mengenai perlambatan perekonomian kawasan Eropa. Pasalnya beberapa rilis data dari Eropa menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Data mengenai PDB dari Jerman mengalami perlambatan dengan tekanan 0,1 persen selama kuartal dua tahun 2019.

Jerman merupakan salah satu negara di kawasan Eropa yang menjadi mesin ekonomi paling diandalkan. Beberapa analis juga melihat penurunan tingkat pertumbuhan Jerman merupakan dampak dari ketegangan perdagangan global yang akhir-akhir ini memanas. Pasalnya ekonomi Jerman sangat mengandalkan sektor ekspor. Data dari Eurostat mengenai pertumbuhan kawasan Eropa menampilkan perlambatan 0,2 persen selama kuartal dua.

Dengan kondisi perdagangan dan geopolitik global yang penuh ketidakpastian dan risiko membuat pasar memindahkan aset mereka ke safe haven. Hal ini membuat imbal hasil obligasi bergejolak dan jika jarak pada yield pada 2 tahun dan 10 tahun anjlok menuju ke bawah titik nol, maka menandakan resesi akan segera terjadi. Kondisi yield saat ini cukup terpuruk dengan menurunnya optimisme ekonomi Jerman dan juga perselisihan dagang antara AS dan China.

Pada yield obligasi pemerintah AS juga menampilkan penurunan yang sekaligus menjadi indikator utama melihat resesi. Beberapa negara yaitu Jerman, Inggris dan Italia telah menandakan menuju ke resesi ekonomi. Sementara itu indeks Dolar AS mengalami lonjakan menuju ke 98,0067.

Perdagangan beberapa waktu terakhir menampilkan pasangan EURUSD turun menuju ke 1,1135 dari sebelumnya di 1,1173. Pasangan GBPUSD mengalami kenaikan menuju ke 1,2058 setelah sebelumnya berada di 1,2053. Dolar AS juga tampak tidak mampu menahan laju safe haven franc swiss dan membuat USDCHF turun menuju ke 0,9735 dari sebelumnya di 0,9760.

Baca Juga:   Ketegangan Dagang Justru Membuat Dolar AS Melonjak Tinggi

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar