Daftar Badan Regulasi Dunia yang Mengawasi Broker Forex

Setiap negara dapat menentukan perundangan sendiri untuk mengatur dan mengawasi perdagangan forex. Oleh karenanya, ada banyak sekali badan regulasi dunia yang mengawasi broker forex, dan masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Berikut ini daftar beberapa badan regulasi dunia tersebut beserta sekilas profilnya yang wajib diketahui oleh trader forex agar dapat lebih selektif dalam memilih broker.

  • NFA dan CFTC Amerika Serikat

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) merupakan badan independen yang diciptakan oleh pemerintah AS pada tahun 1974 untuk mengatur pasar futures dan options di Amerika Serikat. Setiap broker forex yang ingin menawarkan layanannya pada warga negara AS harus mendapatkan ijin dari CFTC terlebih dahulu, selain menaati aturan-aturan yang ditentukan oleh CFTC serta melakukan audit dan memberikan laporan secara berkala. Aturan-aturan CFTC dalam mengawasi broker forex terkenal paling ketat di dunia, termasuk diantaranya batas maksimal leverage hanya 1:25, serta larangan menggunakan teknik hedging pada satu akun

Dalam melaksanakan tugasnya, CFTC mengotorisasi National Futures Association (NFA) sebagai asosiasi broker yang teregulasi di AS. Sebagai asosiasi, NFA berkewajiban menjaga agar anggota-anggotanya tak melanggar peraturan AS, sekaligus melindungi investor. Pada prakteknya, NFA seringkali bertindak sebagai kepanjangan tangan CFTC, walaupun sebenarnya bersifat lembaga swadaya.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC)

  • FCA Inggris

Financial Conduct Authority (FCA) didirikan pada tahun 2013 untuk menggantikan tugas lembaga Financial Services Authority (FSA) dalam mengawasi pelaku pasar keuangan Inggris. FCA merupakan lembaga regulator pasar keuangan di Inggris, tetapi bersifat independen dari pemerintah dan didanai dari penghimpunan uang iuran para anggotanya. Tujuan pendirian FCA adalah untuk menjamin integritas pasar keuangan Inggris serta memastikan layanan yang unggul bagi para penggunanya

Pelaku pasar keuangan yang diawasi oleh FCA bukan hanya broker forex, melainkan juga bank-bank, asuransi, penasehat keuangan, dan lain sebagainya. Ijin atau lisensi yang diberikan oleh FCA Inggris dipandang cukup bergengsi dalam pasar forex walaupun aturannya tak seketat CFTC AS, karena semua broker yang terdaftar diwajibkan mengasuransikan dana para nasabahnya. Artinya, apabila broker yang diregulasi FCA Inggris mengalami kebangkrutan, maka trader bisa mendapatkan sebagian atau keseluruhan dana yang pernah disetorkannya pada broker. Jaminan ini sudah terbukti pada kasus bangkrutnya Alpari UK beberapa tahun lalu.

Baca Juga:   Daftar Penyebab Utama Kegagalan Trader Forex

Financial Conduct Authority (FCA)

  • ASIC Australia

Australia Securities and Investments Commission (ASIC) adalah lembaga pemerintah Australia bersifat independen yang bertugas mengatur korporasi keuangan dan didirikan pada 1 Juli 1998. ASIC berperan penting dalam menegakkan dan mengatur semua layanan keuangan untuk melindungi konsumen, investor, dan kreditur Australia. Dalam melaksanakan tugasnya, ASIC bertanggung jawab pada Depertemen Keuangan Australia. Walaupun kualitas regulasinya tak sebagus CFTC ataupun FCA, tetapi broker forex teregulasi ASIC Australia tergolong sangat bonafid.

Situs ASIC memuat nama semua perusahaan keuangan teregulasi dan dapat diakses secara online oleh siapa saja. Informasi yang termuat dalam ASIC Register mengenai setiap perusahaan sangatlah lengkap, mencakup alamat, kontak, jenis layanan yang disediakan, hingga nama direkturnya. Hal ini sangat memudahkan trader saat akan mengofirmasi apakah suatu broker benar-benar teregulasi ASIC atau tidak, karena bisa memeriksa tanpa perlu mengontak nomor telepon atau email terlebih dahulu.

ASIC Australia

  • MiFID Eropa

Markets in Financial Instruments Directive 2004/39/EC (biasanya disebut dengan kependekan “MiFID” bukanlah sebuah organisasi tertentu, melainkan nama undang-undang Uni Eropa yang mengatur harmonisasi regulasi mengenai layanan investasi bagi 31 negara anggota European Economic Area (28 negara anggota Uni Eropa ditambah Islandia, Norwegia, dan Liechtenstein) mulai tanggal 1 November 2007. Berdasarkan MiFID, semua badan regulasi yang mengawasi broker forex di kawasan tersebut harus menerapkan suatu standar minimum yang serupa. Selain itu, broker forex yang sudah mendapatkan ijin (teregulasi) di bawah suatu badan regulasi negara anggotanya, maka secara otomatis mendapatkan “paspor” untuk menawarkan layanan keuangannya di negara anggota lainnya.

Beberapa badan regulasi yang tercakup dalam MiFID antara lain: Cyprus Securities and Exchange Commission (CySEC Siprus), Federal Financial Supervisory Authority (BaFIN Jerman), Commissione Nazionale per le Società e la Borsa (CONSOB Italia), Autorité des marchés financiers (AMF Prancis), Financial Market Supervisory Authority (FINMA Swiss), Malta Financial Services Authority (MFSA Malta), dan lain sebagainya. Sementara Inggris belum keluar dari Uni Eropa, FCA juga termasuk salah satu badan regulasi yang dinaungi oleh MiFID.

Baca Juga:   Daftar Berita yang Berdampak Tinggi pada Pasar Forex

MiFID Eropa

  • Bappebti Indonesia

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) merupakan lembaga pemerintah di bawah Departemen Perdagangan yang bertugas mengatur perdagangan berjangka di Indonesia. Pendiriannya didasarkan pada UU No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Kantornya berlokasi di Gedung Bappebti Lt. 3-5, Jl. Kramat Raya No. 172, Jakarta.

Bappebti Indonesia

Hingga tahun 2018 ini, sudah lebih dari 60 broker forex yang terdaftar atau memiliki ijin dari Bappebti, seperti broker Monex dan Broker Askap Futures. Daftar lengkapnya dapat dilihat pada situs Bappebti pada menu “Pialang Berjangka”. Broker-broker yang terdaftar di Bappebti umumnya menyediakan akses perdagangan komoditi dan forex melalui Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX).

Selain kelima badan regulasi tersebut, terdapat pula banyak sekali badan regulasi lain, seperti DFSA Dubai, FMA New Zealand, FSA Seychelles, FSA St Vincent and the Grenadines, FSA British Virgin Island, FSC Mauritius, IFSC Belize, dan SFC Hong Kong. Namun, kualitas regulasi yang disediakan biasanya dianggap kurang ketat dibandingkan badan regulator sekelas CFTC AS, FCA Inggris, atau ASIC Australia.

Beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...

Tinggalkan sebuah Komentar