China Mendesak AS Agar Menghapus dan Melonggarkan Kenaikan Tarif Sebagai Bagian Kesepakatan Dagang

Kabar perdagangan antara AS-China terbaru dilaporkan bahwa pemerintah China terus memberikan tekanan agar AS membatalkan kenaikan tarif yang lebih banyak lagi. Hal itu dianggap China sebagai salah satu bagian dari kesepakatan dagang kedua negara pada tahap awal kemarin. Dengan kabar ini telah membuat dunia kembali pesimis bahwa kedua negara bisa mencapai kesepakatan.

Dilansir dari Reuters hari Selasa (5/11), Presiden Trump dan Presiden Xi akan melakukan pertemuan untuk menandatangani kesepakatan perdagangan kedua negara, namun lokasi belum ditentukan. Pada kesepakatan tersebut diprediksi berisi mengenai pembatalan kenaikan tarif yang diberlakukan AS kepada produk asal China pada 15 Desember mendatang.

Penurunan Tarif

Sementara itu didasarkan sumber seorang pejabat dari AS, keputusan kenaikan tarif yang akan mulai berlaku pada pertengahan Desember tersebut, saat ini sedang dipertimbangkan apakah masuk ke dalam inti pembicaraan kesepakatan dagang. Dari sumber lain juga menyampaikan bahwa pihak negosiasi China terus menekan AS untuk memangkas kenaikan tarif sebesar 15 persen yang sebelumnya sudah berlaku sejak awal September kemarin.

Selain penurunan tarif, pihak China juga menekan untuk memberikan kelonggaran pada lonjakan tarif 25 persen yang telah diberlakukan untuk produk mesin dan semikonduktor. Tekanan-tekanan tersebut terus disampaikan China kepada AS agar segera dilaksanakan secepat mungkin. Sebelumnya AS telah mencoba mempertimbangkan untuk menghapus kenaikan tarif, namun China meminta penghapusan yang lebih banyak lagi.

Winnie, seorang direktur program China pada Eurasia Center Ralph menyampaikan bahwa kesepakatan dagang akan mendorong pemulihan ekonomi kedua negara. Jika telah mencapai kata sepakat, maka itu adalah sebuah solusi sama menang untuk AS dan China. Sayangnya tekanan yang diberikan China untuk penghapusan tarif AS membuat pasar merasa khawatir bahwa kesepakatan akan mengalami kegagalan.

 

Baca Juga:   Akhir Pekan, Bullish Dolar AS Kehabisan Bensin Di Tengah Konflik AS-China

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar