Cara Trading Forex yang Benar Untuk Profit Konsisten Bagi Pemula

Ketika baru mengenal trading forex, kemungkinan Anda mendengar soal betapa mudahnya mendapatkan keuntungan besar dengan modal pas-pasan dalam bisnis ini. Namun, setelah mempraktekkannya dan menyetorkan dana jutaan rupiah, ternyata belum juga mendapatkan profit konsisten. Apa yang salah? Boleh jadi, ini karena Anda belum tahu cara trading forex yang benar.

Kunci trading forex yang benar dimulai dari perencanaan (Trading Plan) yang matang. Apabila perencanaan sudah bagus, barulah Anda bisa melakukan aktivitas trading yang optimal dan dapat menghasilkan keuntungan secara konsisten. Namun, bagaimana cara membuat perencanaan ini? Nah, artikel ini akan mengulas selengkapnya.

  • Mengatur Pengelolaan Modal dan Risiko Trading

Ada anggapan keliru di kalangan trader pemula kalau modal lebih besar maka bisa mendapatkan keuntungan lebih besar pula. Padahal, realitanya trader yang menyetorkan modal trading lebih rendah bisa saja mendapat keuntungan lebih besar. Mengapa demikian? Karena ada pengelolaan modal dan risiko (Risk and Money Management).

pengelolaan modal dan risiko

Ambil contoh, si A dan si B sama-sama trading menggunakan modal 500 Dolar AS. Si A menggunakannya untuk trading sebesar 0.2 lot setiap kali transaksi. Dia trading tanpa perencanaan, jadi asalkan sudah profit 1-2 pips sudah langsung Close, padahal ketika posisi tradingnya rugi sampai ratusan pips dibiarkan saja hingga akhirnya seluruh modalnya habis karena terkena Margin Call.

Di sisi lain, si B punya perencanaan matang. Dia mulai trading dengan volume 0.02 lot setiap kali transaksi, dengan target profit 20 pips dan stop loss 10 pips. Dengan demikian, walaupun analisanya tak 100 persen pasti benar, tetapi ia tetap bisa mendapatkan keuntungan. Kalaupun ada posisi rugi, maka kerugian tidak sampai Margin Call, karena sudah ditetapkan Stop Loss 10 pips. Setelah berhasil untung 50 Dolar AS, dia menaikkan volume trading menjadi 0.05 lot per transaksi dengan target dan stop loss tetap sama. Kalau rugi sampai 25 Dolar AS, ia akan mengurangi volume trading jadi 0.02 lot per transaksi lagi. Demikian seterusnya.

Baca Juga:   Apa itu Bappebti dan Apa Fungsinya ?

Cara si A itu adalah cara trading forex mayoritas trader forex pemula yang cenderung sembarangan dan tanpa perencanaan. Sedangkan cara si B itu adalah suatu contoh trader forex berpengalaman yang sudah memahami pentingnya pengelolaan modal dan perencanaan trading. Jika ingin meneladani si B, maka Anda harus menentukan perencanaan awal yang mencakup:

  1. Besar modal awal trading (sebaiknya antara 100-500 Dolar AS saja).
  2. Leverage (sebaiknya antara 1:100-1:200 saja).
  3. Lot minimal per transaksi (sebaiknya antara 0.01-0.05 saja).
  4. Besar Rasio Risk/Reward yang diharapkan.

Rasio Risk/Reward (RR) ini menentukan besarnya batas Stop Loss (SL) dan target Take Profit (TP) pada setiap transaksi. Umpama ditentukan RR 1:2, maka untuk target 20 pips, akan ditentukan SL 10 pips. Jika target 30 pips, maka SL 15 pips.

Setelah Anda menentukan keempat poin di atas, maka harus dianggap sebagai aturan yang wajib dilaksanakan secara konsisten. Jangan melakukan injeksi modal sesukanya hanya demi mendongkrak posisi trading yang sudah negatif sekian ratus pips. Jangan membatalkan Stop Loss hanya karena ekspektasi tak berdasar kalau pergerakan harga bakal berbalik ke arah yang Anda inginkan.

  • Menyesuaikan Pair, Waktu, dan Teknik Trading Terbaik

Ada puluhan bahkan ratusan pair forex yang bisa di-trading-kan. Namun, tidak akan optimal jika Anda sembarangan memilih trading pada semua pair tanpa memahami karakter masing-masing. Untuk trader pemula, sebaiknya fokus pada pair mayor, yaitu EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, AUD/USD, USD/CAD, USD/NZD, USD/CHF saja. Atau lebih baik lagi, fokus pada empat pair pertama saja, karena pergerakannya dikenal menyediakan risk/reward terbaik.

Setelah menentukan fokus pair, berikutnya Anda perlu mengidentifikasi saat-saat terbaik untuk menyusun rencana trading dan mulai mengeksekusinya. Meskipun trading forex dapat dilakukan 24 jam, tapi peluang trading tidak muncul setiap saat. Faktanya, pasar forex biasanya sepi pada pagi hari saat sesi Asia (05:00-13:00 WIB) dan baru ramai setelah pembukaan sesi Eropa (sekitar 14:00 WIB) hingga overlap sesi Amerika (22:00 WIB). Pair mayor yang aktif pada sesi Asia biasanya hanya USD/JPY, AUD/USD, dan NZD/USD saja. Sedangkan pada sesi Eropa hingga overlap sesi Amerika, semua pair mayor akan aktif dan bisa jadi memunculkan peluang trading potensial.

Baca Juga:   Mengenal Platform Trading MetaTrader 4 dan MetaTrader 5

perencanaan trading forex

Dalam perencanaan trading forex, Anda dapat memanfaatkan pengetahuan itu untuk mengombinasikannya dengan waktu yang diluangkan untuk trading forex dan teknik trading yang digunakan. Misalnya:

  1. Melakukan analisa pasar setiap awal sesi Asia (setelah penutupan sesi Amerika) pada timeframe H1/H4, pasang Pending Order lengkap dengan TP dan SL pada semua pair mayor untuk dieksekusi dalam hari yang sama (teknik Day Trading).
  2. Melakukan analisa pasar setiap awal sesi Eropa (setelah penutupan sesi Asia), lalu memasang indikator teknikal pada timeframe di bawah H1 (M5/M15/M30) khusus EUR/USD dan GBP/USD. Apabila ada sinyal, maka akan dieksekusi manual dengan teknik Scalping.
  3. Melakukan analisa pasar seminggu sekali setiap awal sesi Eropa hari Senin, menentukan batas-batas level harga yang potensial untuk entry semua pair mayor dalam sepekan ke depan (Swing Trading).

Dan masih banyak lagi kombinasi lainnya. Anda bisa menyusun sendiri sesuai dengan kondisi Anda, yang penting ada keterangan waktu trading, teknik, dan pair yang cocok.

Selain itu, penting pula untuk mengenali karakter fundamental dari masing-masing pair forex. Ada trader yang menganggap kalau trading itu cukup tahu teknikal saja. Namun, jika demikian maka Anda akan sering terjebak oleh volatilitas sementara yang biasanya timbul karena ada event berdampak tinggi dalam kalender ekonomi. Apalagi jika Anda ingin menjadi seorang Swing Trader, maka pengetahuan fundamental ekonomi masing-masing negara asal pair mayor itu hukumnya wajib diketahui.

  • Buatlah Jurnal Trading

Cantumkanlah aturan-aturan yang sudah Anda tentukan di atas dalam sebuah jurnal trading hingga terbentuk sebuah sistem trading komplit. Contohnya seperti ini:

  1. Leverage:
  2. Manajemen Risiko: Risk/Reward: 1:2
  3. Waktu Trading: Analisa pasar setiap pukul 14:00 WIB
  4. Pair: EUR/USD, GBP/USD
  5. Timeframe: M15
  6. Indikator Teknikal: Bollinger Bands
  7. Volume Trading: 0.02 lot
  8. Aturan Entry:
Baca Juga:   Mengapa Harus Trading di Broker Forex yang Teregulasi Resmi?

Sell kalau grafik harga bergerak melintasi garis tengah (Middle Band) dari atas ke bawah.

Buy kalau grafik harga bergerak melintasi garis tengah (Middle Band) dari bawah ke atas.

  • Aturan Exit: Take Profit manual kalau grafik harga mencapai garis teratas (Upper Band) pada posisi Buy, atau garis terbawah (Lower Band) pada posisi Sell. Tambahan aturan Take Profit jika keuntungan mencapai 10 pips dan Stop Loss 10 pips.

Selanjutnya, Anda cukup menerapkan aturan-aturan ini dalam aktivitas trading sehari-hari. Tuliskan pula proses trading dan hasilnya dalam jurnal yang sama. Apabila ingin merubah Trading Plan, tuliskan juga di dalamnya.

Seiring berjalannya waktu, jurnal trading dapat membantu Anda mengenali kelemahan dan kelebihan sistem trading yang sudah dibuat. Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan seperti ini akan membantu Anda untuk meraih profit konsisten dalam trading forex.

Beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tinggalkan sebuah Komentar