Cara Menganalisa Pasar Forex Paling Sederhana

Ada beberapa langkah yang perlu ditempuh oleh siapa saja yang ingin trading forex. Pertama, memilih broker forex terbaik dan terpercaya. Kedua, membuka akun demo atau akun riil untuk dipergunakan trading forex. Keempat, mengunduh dan meng-install software untuk trading forex (biasanya berupa Metatrader). Kelima, menganalisa pasar agar dapat menentukan apakah trading sell atau buy yang lebih tepat dilakukan untuk mendapatkan keuntungan.

Kebanyakan pemula dapat melaksanakan semua langkah di atas dengan lancar hingga sampai pada langkah kelima, lalu macet. Mengapa? Karena info mengenai cara menganalisa forex yang ada di internet itu sangat banyak dan beraneka ragam. Setiap orang memberikan rekomendasi cara menganalisa forex yang berbeda-beda. Mana yang paling menguntungkan? Mana yang paling mudah dilakukan? Nah, untuk menanggulangi dilema tersebut, mari simak panduan padat dan singkat dalam artikel ini.

  1. Ketahuilah Berbagai Jenis Analisa Forex

Secara umum, analisa forex dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu analisa teknikal, analisa fundamental, dan analisa sentimen pasar. Berikut ini pengertian masing-masing jenis analisa forex:

  • Analisa teknikal berhubungan dengan pemantauan histori pergerakan harga aset di pasar keuangan dengan menggunakan grafik, rumus matematis, dan prinsip statistik tertentu. Praktek cara menganalisa forex berdasarkan teknikal akan dilakukan dengan memanfaatkan grafik candlestick atau jenis grafik lain, serta indikator teknikal seperti Moving Averages, RSI, Stochastic, dll yang telah tersedia pada platform trading.
  • Analisa fundamental berfokus pada memantau pergerakan harga di pasar keuangan berdasarkan data ekonomi dan headline berita lain yang memengaruhinya. Praktek cara menganalisa forex berdasarkan fundamental akan dilakukan dengan mengikuti rilis data ekonomi terbaru pada kalender forex dan situs berita ekonomi internasional.
  • Analisa sentimen pasar mengamati sikap mayoritas pelaku pasar yang memengaruhi pergerakan harga dalam suatu waktu tertentu. Sikap pelaku pasar itu bisa jadi timbul akibat penilaian teknikal, evaluasi fundamental, respons terhadap suatu peristiwa yang dikhawatirkan akan terjadi, maupun situasi lain. Biasanya trader dapat memantau sentimen pasar dari grafik candlestick, data rasio sentimen jual/beli yang disediakan oleh broker, Depth of Market (DoM) pada akun trading ECN, atau sumber lain.
Baca Juga:   Perbedaan Akun Cent, Micro dan Standar pada Forex Trading

Setiap trader dapat memilih sendiri akan menitik-beratkan pada jenis analisis mana. Anda bisa memilih salah satu saja. Namun, semua trader sebaiknya memahami bagaimana cara melakukan ketiganya sekaligus, karena semuanya mencakup faktor yang memengaruhi pergerakan pasar forex. Para trader profesional biasanya memanfaatkan ketiga jenis analisa tersebut sekaligus untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang kondisi pasar.

  1. Cara Menganalisa Forex Paling Sederhana

Tentu dibutuhkan waktu lama untuk mempelajari ketiga jenis analisa forex di atas dan menerapkannya dalam aktivitas trading sehari-hari. Kebanyakan pemula tak cukup sabar untuk melakukannya, karena ingin cepat-cepat memperoleh keuntungan dari trading forex. Apakah Anda juga berpandangan demikian?

Sebenarnya ada pula cara menganalisa forex paling sederhana yang dapat dilakukan oleh pemula sekalipun. Berikut ini urutan langkah-langkahnya:

  • Buka grafik pair forex yang akan ditradingkan: Setelah meng-install Metatrader, biasanya Anda akan langsung melihat grafik pair EURUSD (Euro-Dollar). Anda bisa langsung menganalisa grafik pair tersebut, atau memilih pair forex lain. Untuk mengganti tampilan grafik pada Metatrader, Anda dapat menggeser (drag & drop) simbol dari jendela MarketWatch di sisi kiri ke bidang grafik pada sisi kanan. Pemula sebaiknya mengawali trading pada pair-pair mayor saja, yaitu EURUSD, GBPUSD, USDJPY, atau AUDUSD.

cara menganalisa pasar forex paling sederhana

  • Pilih timeframe untuk trading: Pada bagian atas grafik, Anda dapat menyaksikan simbol pair forex beserta timeframe. Contohnya pada grafik di atas, Anda sedang melihat grafik pair EURUSD dengan timeframe Daily (Harian). Artinya, setiap batang candle pada grafik tersebut mewakili dinamika pergerakan harga harian. Selain timeframe Daily, ada beragam timeframe lain mulai dari 1 menit (M1) hingga 1 bulan (MN). Pilihan timeframe dapat diubah-ubah. Caranya, klik kanan pada bidang grafik, lalu klik opsi “Rentang Periode”, selanjutnya klik opsi timeframe yang diinginkan. Namun, timeframe Daily biasanya cukup memadai sebagai sarana belajar.
Baca Juga:   Mengenal Apa itu Forex Robot atau Expert Advisor (EA)

analisa forex paling simple

  • Perhatikan tren apa yang sedang berlangsung pada saat itu: Ada tiga jenis tren dalam forex, yakni tren bullish (harga bergerak naik), tren bearish (harga bergerak turun), dan sideways (harga bergerak naik-turun dalam rentang terbatas). Untuk mengetahuinya, perhatikan bidang grafik paling kiri. Kemudian buatlah garis untuk menghubungkan “puncak” atau “lembah” pada pergerakan harga. Contohnya seperti di bawah ini, terlihat ada tren bearish:

ikuti trend pasar adalah analisa forex paling akurat

  • Pasang indikator teknikal untuk mendapatkan sinyal trading: Setelah mengetahui kondisi tren saat ini, selanjutnya Anda perlu memprediksi kemana arah pergerakan harga berikutnya. Apakah akan terus menerus bearish, atau berbalik naik? Sebagai contoh, di sini kita akan memasang indikator Relative Strength Index (RSI). Caranya mudah saja, klik menu “Sisipkan” pada bagian atas Metatrader, lalu klik “Indikator”, selanjutnya pilih “Oscillator” dan “Relative Strength Index”, kemudian klik “OK”.

indikator untuk menganalisa forex yang benar

  • Baca sinyal yang muncul dari indikator teknikal yang telah dipasang: Dari indikator RSI yang telah dipasang, kita dapat menyimpulkan apakah pergerakan harga selanjutnya akan terus menurun atau berbalik naik. Kunci penting di sini, Anda harus tahu dulu bagaimana cara menggunakan RSI atau indikator lain yang ingin dipergunakan. Jika tidak tahu apa-apa, maka tentu takkan bisa membacanya. Contohnya pada grafik EURUSD Daily dengan RSI di bawah ini, kita dapat membaca bahwa pergerakan harga masih dalam kondisi bearish dan belum sampai pada titik yang cocok untuk open posisi. Kita harus menunggu hingga posisi RSI bergerak melintasi ambang 30 ke arah atas, baru kemudian membuka posisi buy.

cara membaca sinyal forex dengan indikator teknikal

Mudah sekali, bukan!? Itu adalah salah satu cara menganalisis forex paling sederhana berdasarkan teknikal. Namun, sekali lagi, semua itu hanya dapat dilakukan apabila Anda sudah memiliki pemahaman memadai tentang tren dan penggunaan indikator teknikal terkait. Lebih baik lagi jika Anda telah memahami beragam jenis indikator, sehingga dapat memilih indikator yang tepat sesuai kondisi tren yang sedang berlangsung.

Baca Juga:   Cara Open Posisi (OP) Forex yang Benar Bagi Trader Pemula

Anda bisa langsung menerapkan cara menganalisis forex sederhana di atas. Namun, orang yang mempelajari cara analisa forex instan tentu akan memperoleh hasil berbeda dengan orang yang mempelajari semuanya secara tekun dalam waktu lama. Sebaiknya Anda coba dulu cara sederhana ini pada akun trading demo. Setelah itu, cobalah juga berbagai jenis indikator teknikal yang tersedia pada Metatrader. Cara memasangnya sama dengan cara memasang RSI di atas, hanya cara membaca sinyal-nya saja yang berbeda-beda.

Apabila tertarik mempelajari jenis analisa fundamental dan sentimen pasar, Anda juga dapat membaca beragam artikel forex tentang keduanya. Bahan-bahan belajar cara menganalisa forex sudah tersedia secara gratis di internet ataupun dalam bentuk buku, e-book dan bacaan langsung di situs-situs penyedia analisa forex gratis seperti analisaforex.com. Beberapa broker forex seperti XM Global atau FBS Markets inc. juga sering mengadakan seminar atau webinar tentang cara menganalisa forex untuk memperkaya pengetahuan trader.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...

Tinggalkan sebuah Komentar