Apa itu Buy Stop Sell Stop dan Buy Limit Sell Limit pada Trading Forex

Dalam trading forex, terdapat banyak sekali istilah yang kemungkinan asing di telinga trader pemula. Beberapa contohnya antara lain Buy Stop, Sell Stop, Buy Limit, dan Sell Limit. Keempat istilah itu berkaitan dengan berbagai jenis Pending Order yang dapat diterapkan pada platform trading, jika trader tidak ingin order dieksekusi pada harga saat ini.

Umpamanya, saat ini AUD/USD berada pada level 0.7130. Anda memperkirakan kalau AUD/USD kelak akan menguat ke level 0.7250, tetapi hanya jika harga bisa naik lagi sampai 0.7160. Dalam kondisi seperti itu, maka Anda tak bisa menerapkan Market Order seperti biasa, melainkan harus menerapkan Pending Order yang baru akan ter-trigger jika harga sudah melewati 0.7160. Caranya? Dengan memilih opsi Buy Stop pada formulir order.

Baca juga: Cara Open Posisi (OP) Forex yang Benar Bagi Trader Pemula

Skenario serupa membuat berbagai jenis Pending Order lainnya. Namun, bagaimana aturannya? Artikel ini akan mengulas lebih lanjut.

Buy Stop dan Sell Stop

Buy Stop dan Sell Stop termasuk kelompok order bertipe “Stop Order”. Buy Stop diterapkan jika Anda ingin open posisi Buy di atas harga pasar saat ini. Sedangkan Sell Stop dipasang jika Anda ingin open posisi Sell di bawah harga pasar sekarang. Buy Stop dan Sell Stop tidak akan aktif jika harga belum sampai ke level yang telah Anda tentukan.

Sebagai contoh, pada sampel AUD/USD di atas, Anda telah menerapkan Buy Stop pada level 0.7160 dengan target Take Profit 0.7250. Order itu hanya akan aktif jika pergerakan harga AUD/USD terus meningkat dari 0.7130 hingga mencapai 0.7160. Namun, jika AUD/USD ternyata berbalik turun ke 0.7100, maka Buy Stop akan kadaluwarsa.

Baca Juga:   3 Cara Singkat Memahami Analisis Fundamental Forex (Part II)

Pada prakteknya, formulir order untuk Buy Stop dan Sell Stop mirip dengan formulir Market Order biasa. Namun, saat mengisi formulir, trader harus mengisi kolom “type” dengan “Pending Order”, bukan “Instant Execution”. Setelah itu, tentukan type Pending Order sebagai “Buy Stop” atau “Sell Stop” tergantung proyeksi arah pergerakan harga. Input volume trading (lot) yang diinginkan, berikut level Stop Loss dan Take Profit. Kemudian, tentukan pula masa kadaluwarsa Stop Order.

contoh buy stop sell stop pada metatrader

Masa kadaluwarsa Stop Order pada platform Metatrader biasanya ada tiga jenis, yakni GTC, Today, dan Specified. “GTC” merupakan kependekan dari “Good Till Cancelled”, artinya Stop Order akan terus berlaku hingga Anda membatalkannya atau hingga harga bergerak mencapai level yang telah ditentukan. “Today” berarti Stop Order akan batal jika harga tak mencapai level terkait dalam satu hari perdagangan. Sedangkan jika Anda memilih “Specified”, berarti Anda harus pula menentukan tanggal kadaluwarsa tertentu ketika Stop Order akan batal dengan sendirinya.

Seusai menentukan masa kadaluwarsa, Anda dapat langsung klik “Place” untuk menempatkan Stop Order. Setelah itu, Anda bisa menutup platform dan PC/Laptop untuk mengerjakan aktivitas lain. Nantinya trading platform seperti MT4 atau MT5 akan mengeksekusi order itu secara otomatis, jika harga sudah mencapai kisaran yang tercantum dalam formulir. Mudah sekali, bukan!?

Buy Limit dan Sell Limit

Buy Limit dan Sell Limit termasuk kelompok order bertipe “Limit Order”. Buy Limit diterapkan jika Anda ingin open posisi Buy di bawah harga pasar saat ini. Sedangkan Sell Limit dipasang jika Anda ingin open posisi Sell di atas harga pasar saat ini. Dengan kata lain, Limit Order diterapkan dengan asumsi bahwa pergerakan harga akan mengalami pembalikan (Reversal atau Retracement). Keduanya tidak akan aktif jika pergerakan harga kelak ternyata tidak berbalik ke level yang telah Anda tentukan.

Baca Juga:   Mengenal Apa itu Forex Robot atau Expert Advisor (EA)

Model formulir untuk Buy Limit dan Sell Limit sama dengan formulir pada contoh sebelumnya. Penentuan tanggal kadaluwarsa juga bisa dilakukan seperti contoh di atas. Bedanya, setelah memilih type Pending Order, Anda harus memilih opsi Buy Limit atau Sell Limit.

contoh buy limit sell limit pada forex trading

Sebagai perumpamaan, saat AUD/USD berada pada posisi harga 0.7130, Anda memperkirakan kalau harga kelak akan merosot terus hingga level 0.7100, tetapi bakal naik dulu sampai 0.7200. Dalam situasi seperti ini, Anda dapat menerapkan Sell Limit pada level 0.7100 dengan target Take Profit pada 0.7200.

Sebaliknya, jika Anda memperkirakan harga akan naik sampai 0.7200, tetapi bakal turun dulu sampai 0.7100, maka Anda harus menerapkan Buy Limit. Tepatnya, Buy Limit pada 0.7100 dengan target Take Profit pada 0.7200.

Hal Penting yang Perlu Anda Perhatikan

Cermati perbedaan antara penerapan Buy Stop, Sell Stop, Buy Limit, dan Sell Limit tersebut di atas. Kalau perlu, berlatihlah menggunakannya pada akun demo terlebih dahulu, sebelum memanfaatkannya saat trading sungguhan dalam akun riil. Apabila tertukar, maka bukan tidak mungkin kalau hasil trading Anda bakal kacau balau. Banyak trader pemula yang saat coba-coba menggunakannya tak dapat untung, melainkan malah buntung.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu menentukan batas kadaluwarsa atau membatalkan order yang sudah tidak aktif, karena opsi default-nya adalah GTC. Apabila order dengan label GTC tidak dibatalkan, maka sewaktu-waktu bisa ter-trigger pada momen yang tak dikehendaki. Berbagai jenis order ini disediakan dalam platform trading forex dengan tujuan untuk mempermudah trader. Namun, apabila digunakan tanpa pengetahuan dan pengalaman memadai, maka bisa mengakibatkan blunder.

Tinggalkan sebuah Komentar