Mengapa Harus Trading di Broker Forex yang Teregulasi Resmi?

Banyak sekali broker yang menawarkan layanan untuk trading forex. Diantaranya, ada broker forex yang teregulasi resmi, dan ada pula yang tidak teregulasi. Broker forex yang teregulasi resmi biasanya memperoleh ijin atau terdaftar di sebuah instansi pemerintah atau lembaga yang diotorisasi oleh pemerintah tertentu, seperti Bappebti Indonesia, NFA/CFTC Amerika Serikat, FCA Inggris, ASIC Australia, dan lain sebagainya. Broker forex yang tak teregulasi takkan memiliki ijin seperti itu dan tidak benar-benar dinaungi oleh perundangan negara manapun.

Sebagian trader mengatakan bahwa kita harus trading di broker forex yang teregulasi agar keamanan dana terjamin. Namun, sebagian lainnya menyatakan bahwa broker yang tidak teregulasi juga tidak apa-apa asalkan reputasinya sudah terkenal bagus, toh regulator belum tentu menjamin dana kita tidak akan dicuri oleh oknum broker. Bagaimana sebenarnya duduk perkaranya? Artikel ini akan menguraikan beberapa alasan mengapa kita harus trading di broker forex yang teregulasi resmi, bukan hanya soal keamanan dana saja.

  • Jaminan Perusahaan Benar-benar Eksis Di Lokasi Tertentu

Apabila Anda meneliti broker-broker yang tak teregulasi, maka akan terlihat bahwa umumnya mereka tak mencantumkan alamat jelas pada situsnya, hanya menaruh alamat PO BOX, atau menuliskan alamat perusahaan lain yang tidak berhubungan sama sekali. Pertanyaannya, bagaimana kita akan mempercayai sebuah perusahaan yang alamatnya saja tidak jelas? Apabila uang kita dicuri, lalu kepada siapa kita akan mencari pertanggungjawaban? Bagaimana jika “broker forex” itu sebenarnya cuma sekelompok penipu saja?

Banyak diantara broker forex tak teregulasi seperti itu yang mencantumkan lokasi di luar negeri, sehingga kita kesulitan untuk mengonfirmasinya. Namun, jika broker forex tersebut sudah teregulasi, maka dapat dipastikan kalau mereka memiliki alamat yang jelas dan terkonfirmasi, karena tak ada badan regulator yang akan memberikan izin usaha pada perusahaan tanpa alamat yang valid.

Baca Juga:   Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Broker Forex yang Teregulasi

  • Jaminan Standar Operasional Sesuai Peraturan yang Berlaku

Broker forex yang teregulasi harus melakukan audit secara reguler dan selalu memberikan laporan berkala pada badan regulator yang menaunginya, untuk memastikan bahwa mereka benar-benar menaati standar operasional sesuai peraturan yang diberlakukan di negaranya. Di sisi lain, badan regulator tak hanya menerima laporan saja, melainkan juga melakukan inspeksi sendiri untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh broker forex itu benar-benar valid. Apabila ada penyimpangan, maka badan regulator akan mengambil tindakan mulai dari mengumumkan temuannya, menjatuhkan denda atau hukuman lainnya, hingga membekukan atau membatalkan ijin yang telah diberikan.

Standar yang diberlakukan oleh setiap badan regulator itu berbeda-beda, tergantung perundangan dan penegakan hukum di masing-masing negara. Namun, semua badan regulator pasti menjalankan fungsi monitoring dan kontrol dalam batas-batas tertentu atas broker-broker forex yang mengantongi ijinnya. Oleh karenanya, kita sebagai trader bisa mendapatkan jaminan bahwa broker forex takkan menyalahi standar-standar operasional yang telah ditentukan.

Sebagai contoh, umpamanya suatu broker forex yang teregulasi mengklaim bahwa mereka bertipe ECN, maka badan regulatornya akan memastikan bahwa mereka benar-benar menjalankan order trader secara ECN. Sebaliknya, jika suatu broker forex yang tak teregulasi mengklaim bahwa mereka bertipe ECN, maka bisa saja itu cuma kedok untuk menyembunyikan operasional ala bandar. Bukan cuma itu saja. Badan regulator yang sangat ketat seperti CFTC Amerika Serikat bahkan akan memeriksa apakah spread dan swap diberlakukan sebagaimana mestinya, sehingga mencegah manipulasi yang menjebak trader.

  • Jaminan Modal Broker Forex Memadai

Status teregulasi memberikan jaminan kredibiltas dan bonafiditas lebih tinggi bagi broker forex. Namun, mengapa ada broker forex yang tak mengantongi ijin dan memilih untuk beroperasi sebagai broker tak teregulasi? Salah satu sebabnya adalah karena untuk mendapatkan dan mempertahankan ijin dari suatu badan regulator akan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Baca Juga:   Kelebihan Trading Forex Dibanding Bisnis Online Lain

Broker forex tak hanya perlu membayar di awal saja, melainkan ada pula iuran tahunan atau biaya perpanjangan ijin. Badan regulator juga mengharuskan broker memiliki jumlah modal minimal tertentu yang jumlahnya antara ratusan ribu hingga jutaan Dolar AS. Belum lagi, biaya yang perlu dikeluarkan untuk audit oleh pihak independen pun tidak murah. Akibatnya, broker forex yang modalnya kurang memadai akan memilih untuk beroperasi tanpa ijin.

Dalam konteks ini, kita dapat menyimpulkan bahwa broker forex yang teregulasi tentu memiliki persediaan modal lebih besar ketimbang broker forex yang tak teregulasi. Dengan modal lebih besar, maka kita sebagai trader juga bisa merasa lebih nyaman karena tentunya aktivitas trading dan penarikan dana bisa lebih terjamin.

broker kredibiltas

  • Jaminan Keamanan Dana

Semua badan regulator pasti menjalankan sejumlah aturan ketat untuk memastikan keamanan dana trader yang dititipkan pada broker. Salah satu caranya adalah dengan mengharuskan akun tersegregasi (Segregated Account). Ini adalah aturan yang menuntut broker agar menyimpan dana perusahaan pada rekening bank yang berbeda dengan dana trader. Rekening bank yang ditujukan untuk menyimpan dana trader akan ditaruh pada suatu bank kustodian yang menjamin bahwa dana tidak akan disalahgunakan oleh broker tanpa persetujuan trader.

Jaminan semacam ini tak mampu diberikan oleh broker forex yang tak teregulasi. Walaupun mereka mengklaim menggunakan akun tersegregasi, tetapi tak ada jaminan dari badan regulator kalau itu benar-benar dilaksanakan dan bukan sekedar asal klaim saja.

  • Bantuan Dalam Penyelesaian Masalah Trader Dengan Broker Forex

Hampir semua trader pernah mengalami masalah dengan broker forex, mulai dari perkara remeh seperti gagal login berulang kali, hingga insiden fatal seperti gagal withdraw (tarik dana tunai). Broker forex yang bonafid tentu akan berupaya menyelesaikan setiap keluhan trader secepat mungkin. Namun, broker yang kurang bonafid kemungkinan membutuhkan waktu lama untuk penyelesaiannya, harus dikejar-kejar lewat email dan telepon beruntun, dan lain sebagainya. Kadang-kadang, bahkan ada broker yang sengaja menolak membayar trader atau memotong dana secara sepihak dengan berbagai alasan.

Baca Juga:   Istilah Dasar Pada Forex Trading

Penyelesaian Masalah Trader Dengan Broker Forex

Tindakan-tindakan menyimpang seperti itu takkan dilakukan oleh broker forex yang teregulasi. Kalaupun ada broker forex yang teregulasi melakukannya, maka trader dapat melaporkan mereka ke badan regulator untuk ditindaklanjuti. Namun, jika trader mengalami masalah dengan broker forex yang tak teregulasi, maka bisa mengadu kepada siapa? Tidak bisa mengadu pada siapapun karena trader telanjur berurusan dengan perusahaan ilegal. Walaupun Anda melapor pada polisi RI, mereka belum tentu bisa menindaklanjuti karena perusahaannya belum tentu berada dalam jurisdiksi Indonesia.

Berdasarkan kelima alasan ini, dapat disimpulkan bahwa kita sebaiknya trading di broker forex yang teregulasi. Hal itu bukan hanya berkaitan dengan keamanan dana saja, melainkan berhubungan pula dengan kelancaran aktivitas trading sehari-hari. Sedangkan apabila Anda tetap berkeinginan untuk trading di broker forex yang tak teregulasi, maka perlu bertindak ekstra hati-hati sendiri untuk terhindar dari penipuan, manipulasi dalam trading, konflik yang tak terselesaikan, dan seribu satu masalah lainnya yang tidak mudah dilakukan sendiri.

Beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...

Tinggalkan sebuah Komentar