BREAKING NEWS: Kesepakatan Fase Satu Deal, Tunggu Teken Trump

Para negosiator AS dikabarkan telah mencapai kesepakatan perdagangan Fase Satu dengan China, dan tinggal menunggu tanda tangan dari Presiden Donald Trump saja. Dilansir dari Bloomberg, Jumat dini hari, para penasihat perdagangan AS akan bertemu dengan Trump pada pukul 2:30 sore waktu setempat, guna mendiskusikan kesepakatan ini.

Nara sumber media internasional tersebut mengatakan, pengumuman resmi kemungkinan akan dirilis besok malam. Namun demikian, juru bicara Gedung Putih masih menolak memberikan komentar.

Sejumlah term perdagangan sudah disetujui–lanjut narasumber tersebut–tetapi teks legalisasinya belum final. Meski demikian, tim negosiator dari pemerintahan AS sudah menghubungi para anggota parlemen di Capitol Hill dan komunitas-komunitas bisnis agar segera mengeluarkan pernyataan dukungan, begitu pengumuman resmi mengenai kesepakatan Fase Satu ini diterbitkan.

as-china

Kabar positif ini sontak menghijaukan saham-saham AS dan yield obligasi US Treasury. Sebelumnya Wall Street Journal juga memberitakan hal senada. Bedanya, nara sumber WSJ menyebut bahwa AS bersedia membatalkan tarif tambahan yang sedianya akan dikenakan pada barang-barang China akhir pekan ini. Syaratnya, China harus mau memborong hasil pertanian AS dan mengetatkan aturan soal teknologi negaranya, sehingga melindungi hak intelektual AS.

Menambah sentimen optimistis, kicauan Trump tadi malam yang menyebutkan bahwa kesepakatan AS dan China sudah sangat dekat dengan momen penandatanganan, membuat pasar ekuitas naik.

“Mereka menginginkannya (kesepakatan), kitapun demikian!” kicau Trump sekitar lima menit pasca pembukaan bursa di New York.

Sebelumnya, Trump beberapa telah beberapa kali menolak kesepakatan dengan China. Padahal para negosiator sedang bekerja keras untuk mencapai kesepakatan Fase Satu, semenjak Trump mengumumkannya pada bulan Oktober lalu. Sedangkan kesepakatan yang akan diumumkan hari Minggu besok ini diekspektasikan akan berisi tentang penguragan tarif yang sudah berlaku dan menunda kenaikan tarif baru yang rencananya akan diberlakukan oleh AS per 15 Desember 2019.

Baca Juga:   Krona Swedia Tertekan Akibat Data, Membawa EURSEK Melonjak Ke Puncak 3 Hari

Tinggalkan sebuah Komentar