BoE Dovish, Poundsterling Inggris Anjlok Terhadap USD Menuju Ke Terendah Dua Pekan

Kemarin hari Kamis (7/11) saat sesi dagang kawasan Eropa berlangsung, bank sentral Inggris melakukan pertemuan dalam pembahasan kebijakan moneter. Dalam pertemuan tersebut bank sentral tetap mempertahankan suku bunga dengan komentar yang dovish. Kondisi ini telah menyebabkan Poundsterling Inggris melemah terhadap lawannya yaitu Dolar AS.

Pasca rilis kebijakan tersebut, pasangan mata uang GBPUSD bergerak anjlok menuju ke titik paling rendah selama dua pekan terakhir. Pasca BoE pasangan semakin jatuh di bawah level harga 1,2800. Pasangan sebelumnya telah mengalami kegagalan untuk memanfaatkan kenaikan dalam harian. Justru bertemu dengan penjual ketika merangkak naik di level resisten 1,2880. Pound semakin tertekan ketika BoE merilis kebijakan moneter terbarunya.

Dalam pertemuan tersebut, BoE tidak mengubah suku bunga, namun sebanyak dua anggota MPC yaitu Jonathan Haskel dan juga Michael Saunders memberikan pendapat untuk pemangkasan suku bunga. Hasil kebijakan saat ini sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pasar sebelumnya.

BoE Dovish

Faktor utama pelemahan Poundsterling Inggris adalah adanya dua pendapat yang setuju dengan pemangkasan suku bunga. Bahkan bias bearish tidak berubah setelah Gubernur BoE Carney menyampaikan pidato kebijakan moneternya. Pada kesempatan tersebut, Carney mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan Inggris tetap berisiko ke area negatif. Pernyatan itu memberikan isyarat perpindahan suasana BoE menuju ke pelonggaran untuk mendukung ekonomi.

Poundsterling Inggris semakin tertekan ketika Dolar AS sedang dalam mode kenaikan ringan saat sesi Amerika Utara berlangsung hari Kamis kemarin. Pasangan GBPUSD tampak menampilkan ketahanannya menghadapi bearish dan bertahan di bawah level harga 1,2800. Perdagangan GBPUSD lebih baik lagi untuk terus menunggu konfirmasi pergerakan selanjutnya. Jika momentum jual terus menguat, maka sasaran pasangan selanjutnya adalah level harga 1,2700.

Baca Juga:   Trump Harus Meninggalkan The Fed Sendirian Dan Mereset Kebijakan Luar Negeri Jika Dia Berharap Untuk Terpilih Kembali

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar