Berita Fundamental Forex yang Paling Berpengaruh

Komunitas trader forex sering memantau berita internasional dan jadwal publikasi data ekonomi negara-negara maju. Berita dan data dikenal dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar di pasar mata uang secara fundamental. Namun, tahukah Anda, berita fundamental apa saja yang paling berpengaruh dan wajib diperhatikan oleh trader forex?

Anda mungkin sudah mendengar tentang beberapa berita fundamental populer seperti pengumuman suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve) dan Non-farm Payroll (NFP). Tapi ragam berita fundamental yang paling berpengaruh bukan hanya dua data itu saja. Berita fundamental yang berpengaruh untuk setiap pasangan (pair) mata uang juga berbeda-beda tergantung negara asal mata uangnya.

Setidaknya, trader harus mematangkan pengetahuan tentang tujuh (7) berita fundamental forex penting ini agar tidak kebingungan: pengumuman suku bunga, Produk Domestik Bruto (PDB), Indeks Harga Konsumen (IHK), Penjualan Ritel, Ketenagakerjaan dan Pengangguran, Produksi Industri dan Manufaktur, dan Neraca Perdagangan. Berikut ini uraian selengkapnya untuk masing-masing berita.

berita fundamental forex yang berpengaruh pada pasar

  1. Pengumuman Suku Bunga

Pengumuman suku bunga Federal Reserve selalu berpengaruh bagi semua pair mata uang mayor maupun nilai tukar mata uang negara berkembang seperti Rupiah. Oleh karena itu, trader forex selalu mengamati jadwal rapat dan pengumuman dewan kebijakan tertinggi Federal Reserve yang bernama Federal Open Market Committee (FOMC).

Rapat FOMC diadakan sebanyak 8 kali dalam setahun. Para pejabat tertinggi Federal Reserve akan membahas kondisi ekonomi AS dan dunia saat itu, kemudian memutuskan apakah perlu dilakukan perubahan kebijakan suku bunga untuk merespons kondisi ekonomi tersebut. Dalam pernyataan seusai rapat, FOMC bisa mengumumkan suku bunga tetap, diturunkan, maupun dinaikkan. Apabila suku bunga dinaikkan, maka Dolar AS akan menguat. Sedangkan jika suku bunga diturunkan, maka Dolar AS akan melemah.

Baca Juga:   Apa itu Non-Farm Payrolls (NFP) dan Pengaruhnya Pada Pasar Forex

Selain Federal Reserve, bank sentral negara lain juga mengadakan rapat kebijakan secara berkala. Antara lain Bank of Japan (BoJ), European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), Swiss National Bank (SNB), Bank of Canada (BoC), Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), dan Reserve Bank of Australia (RBA). Keputusan yang diambil dalam rapat akan berpengaruh terhadap mata uang yang berhubungan dengan bank sentral terkait.

  1. Produk Domestik Bruto (PDB)

Rilis data PDB kuartalan termasuk berita fundamental yang paling berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang. Mengapa demikian? Karena PDB menjumlahkan total nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh perekonomian dalam kuartal sebelumnya. Dengan demikian, data menunjukkan bagaimana gambaran kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Trader biasanya mengabaikan data nominal PDB, tetapi menyoroti laju pertumbuhan PDB dari waktu ke waktu. Pertumbuhan PDB yang ideal bukan hanya lebih tinggi dibanding periode sebelumnya, melainkan juga memenuhi ekspektasi pasar. Apabila pertumbuhan PDB suatu negara melampaui ekspektasi, maka nilai tukar mata uang akan menguat. Sedangkan jika pertumbuhan PDB meleset dari ekspektasi, maka nilai tukar akan melemah.

yang mempengaruhi pasar uang

  1. Indeks Harga Konsumen (IHK)

Laporan indeks harga konsumen terutama dipergunakan untuk mengukur laju inflasi atau deflasi. Inflasi merupakan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah. Sedangkan deflasi merupakan kondisi kebalikannya, yaitu penurunan harga-harga. Data IHK biasanya dipublikasikan secara bulanan.

Mengukur dampak data IHK di pasar forex agak rumit. Ini karena laju inflasi diharapkan sesuai dengan target bank sentral yang berbeda-beda. Inflasi terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama akan berpengaruh negatif bagi nilai tukar mata uang. Untuk memahami dampak data ini, trader perlu mengetahui target inflasi masing-masing bank sentral.

Baca Juga:   Pengertian Hard Brexit Dan Soft Brexit

Saat ini Federal Reserve, ECB, BoJ, BoE, BoC telah menetapkan target inflasi 2 persen. RBA menetapkan target dalam rentang antara 2-3 persen, sedangkan target RBNZ antara 1-3 persen. Bank Indonesia menetapkan target suku bunga berbeda setiap tahun, biasanya antara 3-4 persen dengan standar deviasi 1 persen.

  1. Penjualan Ritel

Data penjualan ritel mengompilasikan jumlah barang yang dijual oleh toko-toko seluruh negeri, baik toko buku, hipermarket, mall, grocery stores, dan lain sebagainya. Data biasanya dipublikasikan setiap bulan. Namun, fluktuasi data bisa sangat tinggi, khususnya pada masa-masa menjelang dan setelah musim liburan seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, dan Idul Fitri.

Semua mata uang mayor akan dipengaruhi oleh data penjualan ritel Amerika Serikat. Selain itu, data penjualan ritel dari Inggris juga akan berdampak tinggi, karena perekonomian negaranya berbasis konsumen (consumer-driven countries).

pengaruh berita retail sales pada pasar forex

  1. Ketenagakerjaan dan Pengangguran

Data ini juga dirilis setiap bulan oleh instansi terkait. Kompilasi data bisa mencakup beragam hal terkait tenaga kerja, termasuk tingkat pengangguran (unemployment rate), jumlah penciptaan lapangan kerja baru (employment), pendapatan rata-rata (average earnings), dan tingkat partisipasi angkatan kerja (participation rate). Khusus untuk data ketenagakerjaan Amerika Serikat, ada pula data Non-farm Payroll (NFP) yang menunjukkan total jumlah karyawan yang dipekerjakan dalam bulan sebelumnya di semua sektor ekonomi non-pertanian.

Semua mata uang mayor akan dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan dan pengangguran Amerika Serikat. Namun, nilai tukar mata uang negara lain juga akan dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan masing-masing. Mengapa demikian? Karena status ketenagakerjaan merupakan salah satu penggerak perekonomian. Semakin banyak pengangguran, makin rendah gaji karyawan, maka masa depan ekonomi negara makin buruk. Sebaliknya, semakin bagus penyerapan tenaga kerja di suatu negara, makin tinggi pertumbuhan gaji karyawan, maka mesin-mesin ekonomi akan bekerja makin baik pula.

  1. Produksi Industri dan Manufaktur
Baca Juga:   Tipe Trader Forex

Data Produksi Industri dan Produksi Manufaktur menunjukkan seberapa bagus aktivitas bisnis di suatu negara. Biasanya dirilis setiap bulan. Apabila data ini mengungguli ekspektasi, berarti perekonomian berekspansi dengan baik dan nilai tukar mata uangnya akan menguat. Namun jika data meleset dari ekspektasi, berarti pertumbuhan ekonomi lebih lambat, sehingga nilai tukar kemungkinan akan melemah.

  1. Data Neraca Perdagangan

Data Neraca Perdagangan menghimpun total impor dan total ekspor suatu negara, kemudian mengurangkannya. Apabila impor lebih tinggi dibanding ekspor, berarti terjadi defisit perdagangan. Sedangkan jika ekspor lebih tinggi dibanding impor, berarti terjadi surplus perdagangan. Kondisi surplus akan mendukung penguatan nilai tukar mata uang, tetapi defisit akan melemahkan nilai tukar mata uang.

Selain data neraca perdagangan, ada pula neraca transaksi berjalan (Current Account). Bedanya, Current Account bukan hanya mencakup ekspor-impor, melainkan juga arus uang masuk dan keluar suatu negara seperti remitansi dan penanaman modal asing. Hanya saja, data Current Account dirilis tiga bulan atau enam bulan sekali, sehingga tak terlalu berdampak terhadap nilai tukar.

Demikianlah tujuh berita fundamental paling berpengaruh yang perlu diperhatikan oleh trader forex. Namun, trader sebaiknya tak hanya menyoroti publikasi berita-berita terjadwal ini saja. Berita berkala seperti pemilu, referendum, peperangan, wabah virus, dan sejenisnya juga akan mengubah valuasi fundamental nilai tukar mata uang. Kinerja bursa saham, yield obligasi, serta iklim bisnis dan investasi juga dapat mendorong penguatan maupun pelemahan kurs.

[ratings]

Tinggalkan sebuah Komentar