Beban Ekonomi Inggris dan Poundsterling Semakin Berat

Pada kesempatan kampanye pemilihan umum Desember, PM Boris Johnson sempat diharapkan oleh para pendukungnya untuk meningkatkan anggaran belanja. Langkah itu dimaksudkan untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Inggris kembali. Namun sayangnya dalam proses penyusunan anggaran belanja tersebut justru menjadi masalah baru di dalam kabinet PM Boris.

Salah satu masalahnya adalah kenaikan anggaran untuk bidang pelayanan kesejahteraan sosial tidak mungkin untuk bisa dilakukan tanpa meningkatkan pajak. Padahal dalam kampanyenya, Boris menekankan tidak akan meningkatkan pajak pendapatan, atau juga pajak penghasilan personal.

Kebingungan masalah ekonomi Inggris tersebut sebenarnya sudah terjadi saat Sajid Javid masih menjabat di kabinet. Namuns saat ini masalah itu diturunkan ke penerus Menteri Keuangan yaitu Rishi Sunak. Sampai saat ini Sunak belum memberikan penjelasan untuk menyelesaikan masalah kenaikan anggaran ini. Sunak hanya menyampaikan bahwa rencana anggaran akan disampaikan pada 11 Maret mendatang.

Beban Bagi Poundsterling

Dinamika Poundsterling Inggris saat ini harus menghadapi berbagai macam masalah yang cukup rumit. Kemarin perombakan kabinet oleh PM Boris sempat membuat Poundsterling bergejolak karena Sajid Javid harus lengser dengan cara yang dramatis. Sementara itu masalah lainnya yang membebani adalah pembicaraan perdagangan Inggris dengan Uni Eropa setelah Brexit terjadi akhir Januari kemarin.

Selain itu ekonomi Inggris dan Poundsterling akan terbebani oleh ancaman wabah virus Corona yang bisa membuat ekonomi mengalami perlambatan. Karena virus tersebut akan menyebabkan aktivitas perdagangan dan produksi akan sangat terganggu. Apalagi zona Euro terutama Italia telah mengalami kenaikan laporan kasus infeksi yang sangat cepat.

Saat ini ekonomi Inggris akan terancam oleh perlambatan akibat virus Corona. Selain itu ketidakpastian yang diterima pasar mengenai pembicaraan dagang dengan Uni Eropa juga membebani ekonomi. Pasalnya resiko terbesar yang tetap terbuka adalah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan atau hard Brexit.

 

Baca Juga:   Dolar Melemah Karena Prospek Kesepakatan Perdagangan Meningkatkan Resiko

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar