Bank Sentral Global Beramai-ramai Melonggarkan Kebijakan, Perang Mata Uang Semakin Nyata

Perang mata uang akan semakin nyata terjadi dimana saat ini bank sentral utama beberapa negara termasuk juga bank sentral AS dengan sengaja berusaha melemahkan nilai tukar mata uang mereka. Kondisi ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh analis Wall Street dengan nada peringatan ketika Presiden Trump terus menyampaikan keluhannya mengenai adanya invervensi mata uang pada rekan perdagangannya. Jika hal ini terus terjadi maka AS juga akan mengambil langkah untuk melakukan intervensi terhadap Dolar AS.

Perang dingin antar mata uang sudah terjadi dan berhenti saat awal tahun 2018 lalu. Perang ini terjadi antara anggota-anggota blok dagang utama global. Bahkan kejadian ini sudah berjalan lebih dari lima tahun dan tampaknya akan mulai meluas kembali. Jika memang pemerintah AS melakukan intervensi secara langsung terhadap USD, maka akan terjadi perang mata uang dengan eskalasi yang besar. Bank-bank sentral akan berusaha mengambil kebijakan yang membuat mata uang negara melemah. Walaupun sampai saat ini belum bisa dibuktikan, namun resiko perang tidak boleh dikesampingkan lagi.

Pelemahan Mata Uang

Beberapa bulan kemarin juga sempat terdengar ungkapan Presiden Trump agar Fed menurunkan tingkat suku bunga. Selain itu bank sentral Eropa, bank sentral China, dan juga bank sentral Jepang juga terlihat akan mengambil langkah-langkah untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi ini akan semakin membuat ketegangan mata uang semakin meningkat.

Sampai saat ini intervensi pemerintah AS untuk membuat Dolar AS melemah masih belum memiliki kemungkinan yang tinggi. Mengingat seberapa besar peran Departmene Keuangan AS untuk membuat greenbak merosot. Tapi memang dengan adanya sinyal-sinyal usaha pelemahan USD seperti penjualan USD dan juga melonggarkan kebijakan moneter maka membuat resiko tersebut semakin nyata.

Baca Juga:   Mata Uang Euro Mencoba Naik Lebih Tinggi Dengan Berbagai Faktor Yang Membebani

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar