Bank Indonesia Yakin Rupiah Menguat Karena Aliran Modal Masuk Sangat Besar

Setelah mengalami pelemahan yang cukup signifikan terhadap Dolar AS, saat ini Rupiah Indonesia diyakini akan mengalami penguatan. Bank Indonesia mengatakan cukup yakin bahwa Rupiah menguat dalam beberapa waktu kedepan. Salah satu dorongan penguatan itu adalah adanya rasa optimis akan ada aliran modal asing yang sangat besar masuk ke pasar keuangan dalam negeri. Aliran itu akan masuk ke obligasi pemerintah atau SBN.

Saat perdagangan hari Jumat ini (17/4) Rupiah menguat menuju ke level harga 15.430 terhadap Dolar AS. Dengan penguatan itu maka pasangan USDIDR telah mengalami penurunan sampai 1,09% saat sesi Eropa berlangsung. Lebih rendah dibandingkan penutupan hari Kamis kemarin.

Alasan Penguatan

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa saat ini nilai tukar Rupiah tergolong terlalu murah jika dibandingkan dengan fundamental dalam negeri. Dari penjelasan itulah Perry yakin bahwa rupiah menguat dan mampu lebih stabil menuju ke level harga 15.000 saat akhir tahun 2020 mendatang.

Selain fundamental yang masih sangat optimis, penguatan rupiah beberapa waktu kedepan juga disebabkan oleh adanya arus modal dari asing yang masuk ke Indonesia. Pada 14 sampai 16 April Bank Indonesia melihat ada arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan sampai Rp. 2 Triliun. Perry menjelaskan berdasarkan sejarah, modal yang masuk ke Indonesia cenderung lebih banyak dan bertahan lama dibandingkan modal yang keluar atau capital outflow.

Dari rentang waktu 2011 sampai 2019, rata-rata modal yang keluar dari SBN sekitar Rp. 29,2 Triliun dalam waktu empat bulan saja. Namun melihat data modal yang masuk ternyata jauh lebih tinggi dengan selisih yang besar pada periode yang sama yaitu di Rp. 229,1 Triliun dalam waktu 21 bulan. Alasan itu yang mendasari keyakinan BI bahwa rupiah menguat beberapa waktu kedepan.

 

Baca Juga:   Rupiah Dalam Pelemahan, Berjuang Kembali Mencatatkan Sinyal Hijau

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar