AUDUSD Turun Dari Puncak Pekan Setelah RUU Stimulus AS Menghadapi Halangan Baru

Pergerakan pada pasangan mata uang AUDUSD hari ini mengalami penurunan tertolak dari puncak paling tinggi dalam sepekan terakhir. Pembalikan itu telah membawa pasangan untuk kembali ke level harga 0,5905 saat sesi Asia berlangsung di hari Kamis (26/3). Sebelumnya Senat AS telah sangat dekat untuk meloloskan RUU bantuan virus Corona bagi ekonomi AS. Namun saat ini RUU tersebut harus menghadapi halangan dan tertahan untuk diberlakukan.

Apalagi dalam beberapa hari terakhir, sentimen risiko para pedagang sangat dipengaruhi oleh berita terbaru dari RUU stimulus akibat virus Corona tersebut. Optimisme kemarin sempat mendorong risiko untuk pulih. Namun saat ini halangan-halangan menyebabkan risiko terbebani dan membawa AUDUSD hari ini turun kembali. Kondisi juga diperburuk dengan jumlah kasus di Inggris dan Jepang yang terus meningkat tajam.

Fokus Ke RUU Stimulus AS

Pernyataan dari Ketua Parlemen AS yaitu Nancy Pelosi memberikan tantangan pada optimisme yang tumbuh sebelumnya. Dirumorkan bahwa RUU tersebut tidak mencakup apa yang menjadi prioritasnya. Sehingga akan ada penambahan beberapa aturan yang akan dimasukkan ke dalam paket yang keempat.

Nada risiko yang membuat AUDUSD hari ini turun adalah risiko diberlakukannya karantina wilayah di Tokyo akibat wabah yang semakin memburuk. Inggris juga terus mengalami pertambahan kasus dan tampaknya akan benar-benar akan diberlakukan lockdown daerah seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Pergerakan Dolar Australia saat ini juga cukup dipengaruhi oleh langkah kebijakan dari RBA kemarin. Dewan memutuskan untuk memulai program pembelian obligasi pemerintah atau QE untuk mendukung ekonomi Australia.

Nilai pembelian obligasi mencapai 3 Miliar AUD yang bertenor dari Mei 2021 sampai April 2024 mendatang. Pedagang AUDUSD hari ini akan terus fokus ke langkah para pembuat kebijakan AS untuk meloloskan RUU bantuan virus Corona tersebut.

Baca Juga:   Trump Mungkin Membutuhkan Lebih Dari Sekadar Ancaman Tarif Untuk Menggerakkan China Dalam Perdagangan

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar