AUDUSD Tetap Bullish Setelah PBoC Tidak Mengubah Suku Bunganya

Pasangan mata uang AUDUSD hari ini tetap diperdagangkan dalam kondisi bullish sepanjang sesi Asia hari Jumat (20/3). Dolar Australia tetap bertahan walaupun beberapa saat yang lalu bank sentral China memutuskan tidak mengubah tingkat suku bunganya. Australia adalah rekan dagang utama China dan kondisi China akan sangat mempengaruhi nilai tukar Dolar Aussie.

Bank sentral China atau PBoC tidak melakukan perubahan suku bunga pinjaman tenor 1 tahun tetap di 4,05%. Sementara itu suku bunga pinjaman tenor 5 tahun juga tetap berada di level 4,75%. Padahal sebelumnya para pelaku pasar dan investor memprediksi bahwa PBoC akan melakukan pemangkasan suku bunga 5 basis poin. Namun walaupun tidak sesuai prediksi, pasangan AUDUSD hari ini tetap mampu bertahan.

Tidak adanya respon para pelaku pasar dan investor pada pasangan AUDUSD memberikan gambaran bahwa mereka mampu menahan diri. Pasalnya ancaman perlambatan ekonomi China dan ekonomi global sempat membuat mereka bertindak cepat ketika ada perubahan.

Pelonggaran RBA

Sementara itu sebelumnya bank sentral Australia telah memutuskan untuk memangkas suku bunganya sampai 25 basis poin menuju ke 0,25%. Level itu menjadi level suku bunga Aussie yang paling rendah. Selain itu RBA juga meluncurkan program pembelian obligasi pemerintah untuk menjaga imbal hasil obligasi tetap di 0,25%.

Langkah RBA sejalan dengan langkah yang diambil oleh bank sentral global. Sebelumnya Fed dan ECB juga telah mengumumkan langkah pembelian obligasi. Untuk Fed sendiri dilaporkan akan melakukan pembelian obligasi sampai $700 miliar dan ECB akan meningkatkan pembelian dari sebelumnya. 

Langkah dari bank sentral global akan memberi peluang AUDUSD hari ini untuk bergerak lebih tinggi lagi. Saat ini pasangan sedang diperdagangkan di sekitar level harga 0,5815 saat sesi Asia berlangsung

 

Baca Juga:   Optimisme Perdagangan Mendukung Dolar Menjelang Laporan Pekerjaan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar