AUDUSD Naik Setelah Data China Positif, Masih Dibatasi Kekhawatiran Pandemi

Beberapa saat yang lalu China merilis data ekonomi utama dengan hasil yang memuaskan para investor global. Dampaknya pasangan mata uang AUDUSD hari ini mencatatkan kenaikan yang cukup baik. Saat pertengahan sesi Asia hari Selasa ini (30/6) pasangan bergerak naik menuju ke nilai tukar 0,6869. Sayangnya kenaikan permintaan mata uang berisiko Dolar Australia masih akan ditantang beberapa masalah pada selera risiko global.

Beberapa saat yang lalu, China merilis data mengenai IMP sektor manufaktur NBS. Data itu dilaporkan mengalami perbaikan menuju ke 50,9 lebih baik dari prediksi awal yang berada di 50,4. Data yang mampu pulih dari data sebelumnya itu memberikan dorongan optimisme bagi para investor global. Sehingga aset berisiko yang terkait dengan China mengalami kenaikan termasuk Dolar Australia.

Kenaikan Tetap Terbatas

Sayangnya penguatan sentimen risiko yang terjadi dan mendukung Dolar Australia kemungkinan tidak akan mampu bertahan lebih lama. Karena kekhawatiran terhadap pandemi virus Corona masih sangat tinggi. Apalagi sebelumnya Dirjen WHO yaitu Tedros mengatakan penyebaran pandemi semakin cepat. Bahkan dia juga mengatakan bahwa kondisi yang paling buruk belum datang.

Tekanan AUDUSD hari ini juga datang dari adanya berita terbaru mengenai kisruh Hong Kong. Pemerintah AS memutuskan untuk menghentikan ekspor alat pertahanan ke Hong Kong. Langkah itu menyusul UU Keamanan dari China yang ditetapkan kepada Hong Kong.

Walaupun AUDUSD hari ini mencatatkan kenaikan, tapi tolak ukur risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun masih suram di 0,63%. Semnetara itu aset berisiko lain seperti kontrak berjangka S&P 500 juga dalam kenaikan ringan 0,14%. Pergerakan AUDUSD aka fokus ke apa yang akan disampaikan oleh Wakil Gubernur RBA saat sesi Asia hari Selasa ini.

 

Baca Juga:   Loonie Makin Bullish Versus USD Pasca Kebijakan Moneter BoC

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar