AUDUSD Mencatatkan Kenaikan Karena Kebijakan PBoC dan RBA

Saat ini pasangan mata uang Dolar Australia terhadap Dolar AS bergerak lebih tinggi sepanjang pertengahan sesi Asia hari Rabu (20/5). Pasangan AUDUSD hari ini berada di sekitar nilai tukar 0,6550 dan selanjutnya akan mencoba mencetak level yang lebih tinggi.

Kenaikan pasangan AUDUSD hari ini terjadi setelah bank sentral China atau PBoC baru saja merilis kebijakan moneter terbarunya. Pada pertemuan beberapa saat lalu, PBoC memutuskan untuk tidak melakukan perubahan suku bunga pinjaman tenor 1 tahun dan tenor 5 tahun. Masing-masing suku bunga pinjaman tetap di 3,85% dan pada 4,65%. Banyak pihak yang mengharapkan keputusan ini tidak akan berdampak bagi mata uang Dolar Australia.

Sementara itu AUDUSD hari ini tampaknya juga tetap bergerak lebih tinggi meski data penjualan ritel mengalami penurunan tajam. Data per bulan April mengalami penurunan 17,8% dan menjadi penurunan paling besar dalam musiman. Dolar Australia mengesampingkan data itu dan naik sekitar 0,40% setelah keputusan PBoC.

RBA Cenderung Hawkish

Selain karena PBoC, pergerakan Dolar Australia naik hari ini diprediksi akibat RBA melewatkan program QE pemerintah. Karena sejak 6 Mei kemarin RBA tampak belum melakukan pembelian obligasi pemerintah atau program QE. Hal itu memancing dana optimisme bagi ekonomi Australia karena kinerja RBA lebih baik dibandingkan negara anggota G-10 lainnya.

Pergerakan AUDUSD hari ini kemungkinan masih akan mampu menciptakan kebaikan yang lebih tinggi lagi. Tapi kenaikan bisa saja terhenti jika ada perubahan arah sentimen risiko global. Mengingat sampai saat ini sentimen risiko sangat mudah berubah arah karena pandemi virus Corona dan krisis ekonomi global. Risk on yang ada baru-baru ini juga terlihat pada indeks S&P 500 yang mencatatkan kenaikan sampai 0,54% selama sesi Asia hari ini.

Baca Juga:   Dolar Mendekati Level Tertinggi 2 Minggu Pada Data AS Yang Optimis Dan Imbal Hasil Treasury

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar