AUDUSD Kembali Turun Setelah Inflasi Konsumen Lebih Rendah, Didukung Risk Off yang Kuat

Pasangan mata uang AUDUSD hari ini mencatatkan penurunan menuju ke nilai tukar 0,7152 menjauh dari puncak sesi Asia di 0.7174 di hari Rabu ini (28/7). Salah satu faktor utama yang mendorong Dolar Australia melemah adalah data dalam negeri mengenai inflasi konsumen yang mengecewakan. Kemudian nada risk off juga menyebabkan permintaan mata uang Dolar Australia mengalami penurunan.

Data Inflasi Konsumen Aussie Negatif

Tingkat kemampuan pembelian konsumen yang tergambarkan pada data indeks harga konsumen atau inflasi konsumen Aussie turun ke -1,9% pada kuartal ke kuartal di kuartal kedua 2020. Hasil ini sangat mengecewakan karena data sebelumnya di +0,3%. Memang data ini masih lebih baik dari prediksi para investor sebelumnya yang berada di -2%. Tapi bagaimanapun hasil ini tetap buruk dan membawa AUDUSD hari ini turun. Data dalam tahunan juga turun.

Untuk indeks harga konsumen rata-rata mengalami penurunan -0,1% dalam kuartal ke kuartal. Pada kuartal sebelumnya data dilaporkan berada di 0,5%. Sementara itu dalam tahunan di 1,2% terhadap prediksi awal yang berada di 1,4% dan laporan data sebelumnya di 1,8%.

Memang data inflasi konsumen Q2 itu sangat mengecewakan disebabkan oleh pandemi virus Corona. Mulai bulan Maret kemarin Australia telah memberlakukan lockdown dan pembatasan aktivitas. Sehingga menyebabkan minat beli para konsumen melemah karena pembatasan aktivitas tersebut. Untuk IHK rata-rata yang dipangkas tampaknya juga sudah senada dengan bias dovish dari RBA dan bisa berpeluang membawa AUDUSD turun lebih dalam lagi.

Tekanan tambahan bagi mata uang Dolar Australia adalah kasus virus Corona yang belum ada kemajuan yang positif. Kemudian sentimen risiko juga sedang melemah akibat para pembuat kebijakan AS gagal menciptakan kemajuan pada pembicaraan stimulus fiskal. Pergerakan AUDUSD hari ini mungkin akan mengawasi pertemuan Fed nanti malam.

 

Baca Juga:   Demi Menekan Perlambatan Ekonomi, Inggris Menggabung Dua Pilihan Kebijakan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar