AUDUSD Bullish Setelah Dolar AS Melemah Akibat QE Fed dan RUU Corona Gagal Lolos Dari Senat AS

Posisi perdagangan AUDUSD hari ini terus berusaha untuk mencapai puncak tertinggi terbarunya. Kenaikan pasangan terjadi setelah Dolar Australia menguat akibat permintaan Dolar AS yang anjlok tajam. Saat ini pasangan bergerak di sekitar level harga 0,6940 atau mewakili kenaikan sampai 2 persen sepanjang sesi Asia hari Selasa (24/3).

Bias Bearish USD

Sepanjang sesi Asia, greenback mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah pengumuman dari Fed. Mereka mengumumkan bahwa akan melakukan pembelian obligasi dan sekuritas terdukung hipotik. Langkah itu diambil untuk bisa mendukung kinerja pasar AS dan agar kebijakan moneter menjadi lebih efektif. Pembelian obligasi atau QE itu dikatakan Fed tidak memiliki batas akhir. Pasca pengumuman itu, AUDUSD hari ini melonjak karena DXY yang anjlok ke 101,64.

Sementara itu dari Australia, mata uang negeri Kanguru itu menerima keuntungan setelah langkah dari RBA untuk mendukung pasar. Bank sentral Australia itu menambahkan suntikan dana sampai 6,9 Miliar AUD dan akan melakukan QE sampai 4 Miliar AUD. Langkah itu mendukung kenaikan Dolar Australia di tengah pelemahan Dolar AS secara luas.

Pelemahan Dolar AS saat ini juga terkait dengan kegagalan pemerintah AS untuk meloloskan RUU virus Corona dari Senat AS. Dalam RUU itu terdapat rincian mengenai bantuan seperti stimulus untuk bisa mendukung perekonomian AS. Apalagi saat ini kawasan AS menjadi negara dengan jumlah korban positif virus Corona terbanyak nomor tiga setelah China dan Italia.

Selanjutnya AUDUSD hari ini akan fokus ke rilis data dari AS mengenai inflasi produsen. Selain itu langkah dari para pembuat kebijakan AS untuk meloloskan RUU tersebut juga akan menjadi fokus utama pedagang. Jumlah stimulus yang sangat besar mungkin akan mampu mendukung ekonomi AS tetap kuat ditengah hantaman virus Corona.

 

Baca Juga:   Penghasilan Diharapkan Buruk, Tetapi Pasar Mungkin Tidak Peduli

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar