AUDJPY Turun Setelah Laporan Kongres Rakyat China Mengkahwatirkan

Sepanjang sesi pertengahan Asia hari Jumat ini (22/5) pasangan AUDJPY hari ini mengalami penurunan menuju ke terendah baru di 70,65. Yen Jepang mengalami penguatan setelah adanya beberapa masalah yang mendukung penghindaran risiko. Hubungan antara AS dan China yang terus memanas menjadi pendorong nada risk off baru-baru ini.

Sementara itu beberapa saat yang lalu, bank sentral Jepang melangsungkan pertemuan darurat. Pada pertemuan itu diputuskan bahwa BoJ tidak melakukan perubahan kebijakan moneter. Tapi bank sentral memberikan penawaran bantuan bagi usaha kecil dan menengah sampai 75 Triliun. Langkah itu diambil untuk bisa mendukung pemulihan ekonomi Jepang yang saat ini sedang dalam fase resesi awal.

Hasil Kongres Rakyat China

AUDJPY hari ini turun juga disebabkan oleh adanya laporan hasil Kongres Rakyat Nasional China Ke-13. Hasil Kongres itu tampaknya membebani sentimen risiko dan membuat Yen Jepang lebih unggul untuk melawan Dolar Australia. Kongres memutuskan untuk tidak menetapkan target PDB pada tahun 2021 mendatang. Selain itu Kongres juga membahas terkait Hong Kong yang berpeluang membuat masalah semakin panas dengan AS.

Apalagi pimpinan Senat AS yaitu McConnell mengatakan bahwa langkah keras terhadap Hong Kong akan membuat Senat AS mempertimbangkan kembali hubungan dengan China. Berita ini membuat permintaan safe haven Yen Jepang semakin mendominasi saat sesi awal sampai sesi pertengahan Asia hari ini.

Namun beberapa nada optimisme mungkin akan membantu AUDJPY hari ini untuk bertahan menghalau penurunan yang lebih dalam. Kongres pasalnya menyatakan akan berjanji untuk mematuhi apa yang ada pada kesepakatan dagang tahap pertama lalu. Bersamaan dengan pelemahan Dolar Australia, saat ini imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun juga sedang dalam penurunan menuju ke 0,70%

 

Baca Juga:   Mark Zandi Berpendapat Pada Risiko Resesi Dari Kesepakatan Perdagangan As-China Dan Hard Brexit

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar