AUDJPY Turun Jauh Setelah Risalah RBA Dovish dan Penghindaran Risiko Pasar

Perdagangan di hari Selasa ini (17/12), Dolar Australia mengalami penurunan yang cukup moderat terhadap Yen Jepang. Pasangan AUDJPY hari ini turun menuju ke level harga 75,30 saat sesi Asia pasca rilis risalah pertemuan bank sentral Australia. Dalam risalah tersebut, RBA mengatakan bahwa akan ada pelonggaran kebijakan kembali jika memang hal itu dibutuhkan untuk mendukung perekonomian.

Pernyataan-pernyataan pada risalah tersebut juga membuat Dolar Australia semakin melemah. RBA menyampaikan bahwa akan memberikan stimulus tambahan jika memang diperlukan oleh pasar. Saat ini yang dikhawatirkan adalah peluang pemangkasan suku bunga oleh RBA sampai ke bawah level nol.

Risiko Terbebani

Penurunan yang terjadi pada pasangan AUDJPY hari ini semakin dalam setelah adanya kabar kurang baik dari perdagangan. Media pemerintah China yaitu South China Morning mengatakan bahwa mantan diplomat China sekaligus pebisnis ragu dengan kesepakatan dagang tahap awal antara AS dan China. Hal ini memicu gelombang ketakutan pasar yang mendukung pembelian Yen Jepang baru-baru ini.

Selain itu dikabarkan juga dari Inggris mengenai Brexit turut menyebabkan selera risiko melemah. Dikabarkan bahwa PM Boris akan siap untuk mengajukan rancangan mengenai tanpa ada transisi di luar tahun 2020 mendatang. Padahal masa transisi sangat dibutuhkan jika memang Inggris keluar dari Uni Eropa nantinya.

Penurunan AUDJPY hari ini karena gelombang penghindaran risiko senada dengan penurunan pada imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun menuju ke 1,87 persen. Ekuitas juga tampak mengalami penurunan karena lemahnya selera risiko seperti S&P 500 anjlok sebesar 0,14 persen.

Pergerakan pasangan AUDJPY hari ini akan terus mengawasi kabar perdagangan dan politik global. Pasalnya tidak ada rilis data ekonomi dari Australia maupun dari Jepang. Sehingga kabar perdagangan akan menjadi penggerak utama selera risiko dan pasangan. 

 

Baca Juga:   Manufaktur dan Keuntungan Industri China Melambat Karena Perlambatan Ekonomi Domestik dan Global

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar