AUDJPY Tetap Naik Meskipun Ada Ketegangan Timur Tengah

Pasangan mata uang AUDJPY hari ini mengalami kenaikan yang cukup baik saat pertengahan sesi Asia hari Senin (20/1). Permintaan Dolar Australia tetap baik meskipun saat ini sedang ada masalah geopolitik di Timur Tengah. Saat ini pasangan sedang diperdagangkan di sekitar level harga 75,85.

Ketegangan Timur Tengah

Dilansir Bloomberg, dilaporkan saat ini Irak memutuskan untuk menghentikan produksi minyak mentah akibat kerusuhan yang terus memburuk. Selain itu National Oil Corp Libya mengklaim bahwa terjadi force majeure karena adanya pemblokiran oleh Komandan Khalifa Haftar di pelabuhan.

Masalah-masalah di Timur Tengah tersebut membuat pasar merasakan kekhawatiran pada pasokan minyak mentah global. Dampaknya harga minyak melonjak tinggi dan membentuk sebuah gap saat pembukaan awal pekan. Walaupun ada suasana berisiko, sayangnya Yen Jepang tidak mampu mengambil keuntungan beli yang tinggi. Pada akhirnya AUDJPY hari ini tetap melonjak dari terendah di 75,63.

Beberapa waktu terakhir Dolar Australia terus melonjak setelah adanya berita ekspektasi jalur damai di Libya. Memang saat ini pergolakan itu dipelopori oleh permainan kekuatan yang dimiliki oleh Komandan Haftar. Melihat kondisi ini, para pemimpin global melakukan pertemuan di Berlin dan menghasilkan kesepakatan bahwa tidak akan ada kekuatan yang dikerahkan dan komitmen untuk damai.

Suku Bunga China

Selain dari Timur Tengah, kenaikan AUDJPY hari ini kemungkinan juga datang dari China. Beberapa saat yang lalu bank sentral China atau PBoC memutuskan tidak melakukan perubahan kebijakan moneter dan mempertahankan suku bunga tetap di 4,15 persen.

Hasil itu meleset dari apa yang diprediksi oleh para pedagang sebelumnya yaitu pelonggaran dengan pemangkasan suku bunga ke 4,10 persen. Selain itu PBoC juga tetap mempertahankan tingkat LPR dalam lima tahun di 4,80 persen.

 

Baca Juga:   PBB Peringatkan Perang Mata Uang Dan Proteksionisme Jika Konflik AS-China Berlanjut

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar