AUDJPY Terus Merosot Disaat Timur Tengah Masih Panas dan Revisi Pertumbuhan IMF

Perdagangan pada pasangan mata uang AUDJPY melemah setelah adanya nada penghindaran risiko beberapa waktu terakhir. Saat ini ketika sesi Asia berlangsung di hari Selasa (21/1) pasangan AUDJPY sedang berada pada level harga 75,40 dan menandai penurunan lebih panjang selama tiga hari terakhir. Salah satu faktor yang membuat permintaan Yen Jepang kuat adalah adanya berita dari China bahwa ada penularan virus yang mematikan dan sudah menewaskan empat orang.

Wuhan juga telah mendirikan sebuah pusat kontrol Pneumonia Wuhan sebagai salah satu langkah menghadapi penyebaran virus tersebut. Selain itu pendirian pusat kontrol itu juga sebagai upaya mengawasi adanya gerakan dari warga dan juga pertemuan yang tidak diperlukan.

Tekanan Untuk Global

Selain masalah dari Asia, yang membuat AUDJPY melemah juga datang dari laporan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari IMF. Dikatakan bahwa ekonomi global ternyata masih akan mengalami perlambatan dengan revisi proyeksi tahun 2020 di 3,3 persen dan tahun selanjutnya di 3,4 persen.

Beberapa masalah yang datang dari Timur Tengah turut membuat permintaan Yen Jepang menguat sampai saat ini. Kemarin dilaporkan bahwa Jenderal Khalifa Haftar menyatakan penolakan menanganggapi permintaan global untuk damai. Namun Jerman akan terus melakukan pendekatan untuk bisa mendorong aksi damai dan menghindari perang saudara di kawasan Timur Tengah.

Kondisi AUDJPY melemah akibat penghindaran risiko juga terlihat pada imbal hasil obligasi Treasury AS. Yield tersebut telah merosot menuju ek 1,80 persen dan mulai hari ini para pedagang AS akan kembali ke pasar setelah Senin menikmati liburan. Indeks berjangka S&P 500 juga mengalami penurunan 0,40 persen akibat penghindaran risiko yang cukup kuat. Selanjutnya Yen akan fokus ke pertemuan BoJ dan pidato dari BoJ Kuroda.

 

Baca Juga:   Dolar AS Melemah Terbatas Diseret Penjualan Retail AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar