AS Memperpanjang Keringanan Nuklir Iran

Kabar hubungan AS dan Iran saat ini menyebutkan bahwa Penasihat Keamanan Nasional AS yaitu Bolton telah merilis sebuah pernyataan. Dalam pernyataan tersebut menyebutkan saat ini AS akan memberikan perpanjangan pada keringanan atas nuklir Iran sampai dengan 90 hari mendatang. Dengan perpanjangan ini maka membuka peluang terjadinya kerja sama antara negara Uni Eropa, Rusia dan juga China bersama dengan Iran.

Sebelumnya pada pekan lalu Menteri Keuangan AS yaitu Steven Mnuchin memberikan komentar untuk dilakukan pembaruan pada keringanan nuklir Iran. Atas komentar ini Presiden Trump terlihat menyetujui. Sementara itu Menteri Luar Negeri AS yaitu Mike Pompeo menyampaikan keberatan atas rencana tersebut. Hal senada juga diungkapkan oleh penasihat keamanan nasional yaitu Bolton.

Alasan utama Mnuchin adalah karena jika memang sanksi AS kepada Iran tidak dihapus sebagaimana aturan pada 1 Agustus, maka secara otomatis AS harus memberikan sanksi kepada perusahaan dari Rusia, Eropa dan juga China. Perusahaan tersebut adalah perusahaan yang terlibat dengan proyek Iran yang sempat dirikan yang menjadi bagian pada kesepakatan nuklir 2015 lalu.

Menurut komentar pejabat bahwa AS bisa saja mencabut keringanan kapanpun, karena hubungan AS dan Iran terlihat tidak mengalami perkembangan. Perpanjangan saat ini merupakan wujud kekhawatiran dari Departemen Keuangan sehingga akhirnya disetujui.

Dampak Terhadap Pasar

Sebelumnya pasar sudah mulai menghindari ketika AS dan Iran terlihat akan perang dimulai bulan Mei kemarin. Beberapa peristiwa sudah cukup mengkhawatirkan seperti serangan kapal tanker sampai penjatuhan pesawat tanpa awak.

Namun Presiden Trump menyatakan tidak akan melakukan hal serupa dengan jatuhnya korban sipil. Karena dampaknya akan memunculkan minat pasar pada aset safe haven dan menaikkan harga minyak mentah global.

Baca Juga:   Saham Dan Minyak Menyentuh Level Tertinggi 2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar